LAS VEGAS Justin Gaethje punya satu misi lagi. Bukan cuma sabuk interim kelas ringan yang diincarnya di UFC 324 nanti, tapi juga sepotong sejarah finansial yang langka. Satu bonus lagi, dan petarung berjuluk "The Highlight" itu akan menembus angka fantastis: satu juta dolar AS dalam total bonus kariernya di UFC.
Duel panas melawan Paddy Pimblett pada 24 Januari mendatang bakal jadi ajang bernomor pertama UFC di era kontrak siaran barunya. Tapi bagi Gaethje, ini lebih dari sekadar acara besar. Ini peluang emas.
Gaya bertarungnya memang sudah jadi legenda. Agresif, brutal, dan hampir selalu berujung pada pertunjukan berdarah yang memukau penonton. Nyaris mustahil menonton laga Gaethje tanpa terpana atau merasakan degup jantung yang lebih kencang. Reputasinya sebagai mesin hiburan sekaligus mesin bonus sudah tak perlu diragukan lagi.
Menurut catatan, total bonusnya kini sudah menggurita di angka USD 950.000, atau sekitar Rp 15,86 miliar. Tinggal selangkah lagi.
Padahal, awal tahun ini sempat ada ancaman pensiun dari sang petarung. Gaethje geram karena tak kunjung dapat kesempatan perebutan gelar. Meski akhirnya bukan sabuk utama yang diperebutkan, kesempatan untuk bertarung memperebutkan sabuk interim datang setelah Ilia Topuria memutuskan untuk rehat sejenak. Di usia 37 tahun, Gaethje membuktikan bahwa reputasinya sebagai salah satu petarung paling berbahaya dan paling dinanti tak pernah luntur.
Nama besarnya sebagai pemburu bonus sebenarnya sudah terbentuk jauh sebelum ia menginjakkan kaki di oktagon UFC. Dulu, saat masih membela World Series of Fighting yang kini berubah jadi PFL delapan dari sembilan pertarungannya berakhir tanpa perlu campur tangan juri.
Artikel Terkait
Manchester City Tersendat, Sunderland Gagalkan Pesta Gol di Etihad
Chelsea Berburu Pengganti Maresca, Nama Tak Terduga Muncul di Radar
Puig: Marquez Bukan Hanya Juara, Tapi Tonggak Sejarah Olahraga
Marini Yakin Bagnaia Bisa Bangkit, Tantang Dominasi Marquez di MotoGP 2026