India Serukan Warganya Segera Tinggalkan Iran, Waspadai Ketegangan Kawasan

- Senin, 23 Februari 2026 | 18:20 WIB
India Serukan Warganya Segera Tinggalkan Iran, Waspadai Ketegangan Kawasan

MURIANETWORK.COM - Pemerintah India secara resmi menyerukan warganya untuk segera meninggalkan wilayah Iran. Seruan evakuasi ini dikeluarkan menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan, dengan latar belakang kekhawatiran akan potensi serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran. Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Kedutaan Besar India di Teheran melalui platform media sosial.

Imbauan Resmi dari Kedutaan Besar

Dalam situasi yang dinilai semakin berkembang, otoritas India mendesak para warganya untuk memanfaatkan semua moda transportasi yang tersedia, termasuk penerbangan komersial, untuk keluar dari Iran. Perkiraan resmi menyebutkan sekitar 10.000 warga India biasanya berada di negara tersebut untuk berbagai keperluan, mulai dari bisnis hingga pendidikan.

Kedutaan Besar India di Teheran menegaskan, "Mengingat situasi yang berkembang di Iran, warga negara India yang saat ini berada di Iran... disarankan untuk meninggalkan Iran dengan moda transportasi yang tersedia, termasuk penerbangan komersial."

Langkah Keamanan bagi yang Masih Tinggal

Bagi warga yang belum dapat segera berangkat, pemerintah memberikan panduan keamanan yang ketat. Mereka diinstruksikan untuk tetap waspada, menjauhi lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi unjuk rasa atau kerumunan massa, serta menjaga komunikasi yang erat dengan perwakilan diplomatik.

Pihak kedutaan menambahkan imbauannya, "Semua warga negara India dan PIO (orang keturunan India) harus berhati-hati, menghindari area protes atau demonstrasi, tetap berhubungan dengan Kedutaan Besar India di Iran dan memantau media lokal untuk setiap perkembangan."

Latar Belakang Kunjungan Diplomatik

Peringatan keamanan ini muncul di tengah rencana kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Israel, yang dijadwalkan berlangsung dalam hitungan hari. Kunjungan ini dinilai para pengamat sebagai bagian dari dinamika diplomasi yang kompleks di Timur Tengah.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut rencana kedatangan Modi. Ia menyatakan bahwa kunjungan tersebut akan membantu membentuk aliansi baru untuk melawan apa yang ia sebut sebagai musuh "radikal".

Hubungan bilateral kedua negara memang sedang dalam fase hangat. Modi terakhir kali mengunjungi Israel pada tahun 2017, yang kemudian diikuti kunjungan balasan Netanyahu ke India pada tahun berikutnya. Menanggapi undangan tersebut, Modi menyatakan bahwa ia "menantikan" pembicaraan selama kunjungan ke Israel.

Langkah evakuasi yang diambil India ini mencerminkan prinsip kehati-hatian yang lazim dalam diplomasi global ketika ancaman keamanan bagi warga negara terdeteksi, meskipun situasi lapangan yang sebenarnya mungkin masih berkembang.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar