Pemprov DKI Jakarta Turun Tangan Usai Viral Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari

- Selasa, 26 Mei 2026 | 06:15 WIB
Pemprov DKI Jakarta Turun Tangan Usai Viral Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari

Viralnya kabar mengenai kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat yang diduga menjadi lokasi praktik prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur, langsung mendapat respons cepat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Otoritas setempat bergerak melakukan penelusuran dan koordinasi lintas instansi untuk memverifikasi kebenaran informasi yang beredar luas di media sosial tersebut.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menegaskan bahwa pihaknya memandang serius setiap dugaan eksploitasi dan prostitusi anak, termasuk yang tengah menjadi sorotan publik di kawasan tersebut. “Pemprov DKI Jakarta memandang sangat serius setiap dugaan eksploitasi dan prostitusi anak, termasuk yang viral di kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat,” ujarnya kepada wartawan pada Selasa (26/5/2026).

Chico mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Barat, khususnya Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) serta Suku Dinas Sosial Jakarta Barat yang sudah turun langsung ke lapangan. “Polsek Tamansari juga telah melakukan pengecekan di lokasi dan masih terus mendalami kasus ini,” tambahnya.

Pemerintah provinsi, menurut Chico, tidak akan menoleransi segala bentuk eksploitasi seksual terhadap anak. Ia menyebutkan bahwa seluruh dinas dan instansi terkait telah diperintahkan untuk melakukan monitoring dan patroli secara intensif di wilayah tersebut. “Memperkuat koordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat untuk penyelidikan mendalam serta penindakan tegas apabila ditemukan bukti,” katanya.

Di sisi lain, Chico memastikan bahwa Pemprov DKI Jakarta siap memberikan perlindungan, pendampingan, dan rehabilitasi bagi korban anak jika kabar tersebut terbukti benar. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani potensi kejahatan terhadap anak di ibu kota.

Sementara itu, informasi yang memicu kegaduhan ini pertama kali menyebar di media sosial pada Senin (25/5). Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa video tersebut direkam oleh seorang warga negara Jepang. Dalam rekaman itu, perekam tampak dihampiri oleh beberapa orang yang diduga menawarkan jasa prostitusi. Mereka terdengar berteriak dan menyebut kata ‘seventeen’ serta ‘perawan’ kepada perekam video.

Kapolsek Tamansari, Kompol Bobby M. Zulfikar, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan di lokasi yang disebutkan dalam video tersebut. “Ada berita tersebut, kami cek lokasi, ini terkait video yang baru. Kami jelaskan lagi ini masih dalam tahap pendalaman ataupun proses lidik (penyelidikan),” kata Bobby saat dihubungi pada hari yang sama.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar