Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon Guncang Permukiman, Warga Keluhkan Bau Menyengat

- Selasa, 26 Mei 2026 | 06:40 WIB
Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon Guncang Permukiman, Warga Keluhkan Bau Menyengat

Ledakan keras mengguncang sebuah pabrik kimia di kawasan Cilegon, Banten, pada Senin sore, memicu kepulan asap putih pekat yang membubung tinggi dan menyebar ke area permukiman. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB itu tidak hanya mengagetkan warga sekitar, tetapi juga menimbulkan bau menyengat seperti karet terbakar yang tercium hingga radius beberapa kilometer.

Faturrohmi, seorang warga yang tinggal sekitar tiga kilometer dari lokasi pabrik, mengaku mendengar suara ledakan yang cukup kencang disusul bunyi sirene. Ia segera melaporkan kejadian itu kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon setelah melihat gumpalan asap putih memenuhi langit di sekitar pabrik.

“Kalau yang saya rasakan cuma tadi ada ledakan kemudian ada suara sirene. Itu dari PT MCCI, bau menyengatnya itu kayak ban terbakar di sekitar Gerem,” kata Faturrohmi kepada wartawan, Senin (25/5).

Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri, membenarkan adanya laporan ledakan tersebut. Menurutnya, tim dari dinasnya telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun, hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab ledakan maupun dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan keselamatan warga.

“Teman-teman baru ke sana, belum ada kabar lagi. Info dari Pak Faturrohmi dewan ada meleduk ada laporan, belum ada kabar awal sih teman-teman baru ke sana,” ujarnya.

Sementara itu, warga di sekitar kawasan pabrik masih diliputi kekhawatiran. Mereka berharap otoritas terkait segera memberikan penjelasan transparan mengenai insiden ini, terutama terkait potensi bahaya dari zat kimia yang mungkin terlepas ke udara. Hingga berita ini diturunkan, proses investigasi masih berlangsung di lokasi kejadian.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar