Pakistan Sebut Kesepakatan AS-Iran Semakin Dekat, Minta Tiongkok Perkuat Peran Diplomasi

- Selasa, 26 Mei 2026 | 06:15 WIB
Pakistan Sebut Kesepakatan AS-Iran Semakin Dekat, Minta Tiongkok Perkuat Peran Diplomasi

Panglima Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir, menyatakan bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran semakin mendekati titik temu. Pernyataan tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Beijing pada Senin, 25 Mei 2026.

Pertemuan itu digelar di sela-sela kunjungan resmi Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, ke Tiongkok. Dalam pertemuan tersebut, Munir memberikan penjelasan rinci mengenai perkembangan terbaru peran Pakistan sebagai mediator dalam upaya diplomasi antara Washington dan Teheran. Informasi ini dilaporkan oleh media pemerintah Tiongkok, sebagaimana dikutip oleh China Daily dan Yeni Safak, Selasa, 26 Mei 2026.

Kunjungan Munir ke Beijing terjadi tak lama setelah ia melakukan perjalanan ke Teheran pada pekan sebelumnya untuk bertemu dengan para pemimpin Iran. Dalam beberapa bulan terakhir, Pakistan secara aktif memperkuat posisinya sebagai mediator utama dalam negosiasi AS-Iran, terutama di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

Dalam pertemuan tersebut, Munir menegaskan bahwa Pakistan siap terus memfasilitasi tercapainya kesepakatan antara kedua negara. Ia juga menyampaikan harapan agar Tiongkok dapat memainkan peran yang lebih besar dalam proses diplomasi ini. Menanggapi hal itu, Wang Yi memuji Pakistan sebagai mediator yang dapat dipercaya dan menyatakan bahwa Beijing mendukung penuh upaya diplomatik Islamabad.

Sementara itu, Presiden Tiongkok Xi Jinping juga bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Beijing pada hari yang sama. Xi memuji kontribusi Pakistan dalam mendorong perdamaian kawasan dan menegaskan kembali eratnya kemitraan antara kedua negara. Sebelumnya, Pakistan telah menjadi tuan rumah pembicaraan langsung antara pejabat AS dan Iran pada awal tahun ini, meskipun negosiasi sempat mengalami kebuntuan akibat perbedaan tuntutan dari kedua belah pihak.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar