MADRID Tekanan di Real Madrid itu tak pernah benar-benar hilang. Bahkan ketika trofi berjejer dan kemenangan demi kemenangan datang bertubi-tubi. Pengakuan itu datang langsung dari Toni Kroos, yang merasakan sendiri bagaimana atmosfer di klub raksasa Spanyol itu selama satu dekade.
Dalam sebuah obrolan mendalam dengan legenda Brasil, Romario, mantan gelandang Timnas Jerman itu membuka-bukaan realitas keras membela Los Blancos. Menurut Kroos, mental juara di sini bukan sekadar cita-cita, melainkan tuntutan mutlak yang harus dipenuhi setiap musim.
Pernyataannya itu menggambarkan standar yang benar-benar ekstrem. Atmosfer klub, kata dia, selalu menempatkan pemain dan pelatih dalam tekanan konstan. Ruang untuk berpuas diri? Hampir tidak ada.
Lalu, ketika ditanya tentang klub terpenting dalam karier panjangnya, Kroos menjawab dengan lugas. Tanpa ragu, dia menempatkan Madrid di puncak.
Di sisi lain, Kroos juga menyoroti posisi pelatih Madrid saat ini, Xabi Alonso. Menurutnya, pekerjaan itu adalah yang paling berat di sepak bola modern.
Artikel Terkait
PSM Makassar Targetkan Lima Kemenangan Beruntun di April untuk Hindari Degradasi
Kemenangan Tanjung Verde di FIFA Series Perkecil Peluang Yuran Fernandes ke Piala Dunia
Legenda PSM: Kekalahan 0-1 Indonesia Tak Gambarkan Permainan yang Setara Lawan Bulgaria
Calvin Verdonk: Dony Tri Pamungkas Punya Kualitas untuk Bermain di Eropa