Sabtu malam di Stadion Gelora BJ Habibie bakal panas. Laga lanjutan Super League 2025/2026 ini menghadirkan PSM Makassar melawan Dewa United Banten. Intinya sederhana: siapa yang bisa memanfaatkan momen dengan lebih baik? Itu yang bakal menjawab semuanya.
Dewa United datang dengan senjata baru di barisan belakang. Namanya Damion Lowe. Bek asal Jamaika ini punya pengalaman lawan bintang-bintang kelas dunia seperti Messi dan Ronaldo. Rekam jejaknya di MLS dan timnas jelas memberi pesan: mereka tak mau lagi dianggap lemah di sektor pertahanan.
Tapi ya, sepak bola kan nggak cuma soal nama besar. Reputasi harus dibuktikan di lapangan hijau, di bawah lampu sorot dan teriakan suporter.
Pelatih PSM, Tomas Trucha, pasti paham betul. Menghadapi Lowe butuh strategi khusus. Nggak bisa asal umpan silang atau tembakan dari jauh. Butuh kombinasi: fisik kuat, pergerakan cerdik, dan yang paling penting, ketenangan saat peluang datang.
Nah, untuk itulah Trucha kemungkinan akan memainkan duet Alex Tanque dan Sheriddin Boboev. Dua karakter yang berbeda, tapi punya satu misi: mencetak gol.
Tanque itu penyerang yang lugas. Posturnya besar, gerakannya langsung ke sasaran, dan naluri mencetak golnya tajam. Dia nggak suka turun terlalu jauh. Tugasnya jelas: menunggu bola dan menghukum setiap kesalahan lawan.
Sedangkan Boboev menawarkan sesuatu yang lain. Mobilitasnya tinggi. Dia bisa melebar, menarik bek, dan membuka ruang. Kalau Tanque ibarat palu godam, Boboev lebih mirip pisau tajam yang menyelinap diam-diam.
Kombinasi ini sengaja dirancang untuk menggerogoti pertahanan Dewa. Ancaman datang dari dua sisi: serangan udara lewat Tanque, dan pergerakan gesit lewat Boboev.
PSM sendiri dalam beberapa laga terakhir kerap gagal memaksimalkan peluang. Banyak umpan bagus yang berakhir sia-sia. Transisi serangan sering mandek di sentuhan terakhir. Makanya, latihan akhir-akhir ini difokuskan pada penyelesaian akhir. Trucha sadar, menghadapi Lowe dan kawan-kawan, setiap peluang harganya jadi jauh lebih mahal.
Di sisi lain, tekanan untuk menang juga nyata. Posisi PSM di papan tengah bawah butuh suntikan poin. Kemenangan bukan cuma untuk naik klasemen, tapi juga untuk memulihkan kepercayaan diri tim. Dalam sepak bola, rasa percaya diri itu seperti bahan bakar tak terlihat. Tanpanya, umpan sederhana pun bisa melenceng.
Stadion BJ Habibie sendiri akan jadi faktor penentu. Suporter PSM di Parepare terkenal bisa menciptakan atmosfer mencekik bagi tim tamu. Tapi Dewa United nggak datang main-main. Di bawah Jan Olde Riekerink, mereka bermain terstruktur dan suka menguasai bola.
Artinya, PSM harus pintar membaca ritme permainan. Kalau terlalu ngotot menekan, bisa-bisa terjebak skema lawan. Tapi kalau terlalu menunggu, tekanan justru akan berbalik ke arah mereka.
Duet Tanque-Boboev diharap bisa jadi solusi. Dengan dua penyerang murni, tekanan ke lini belakang lawan bisa diberikan sejak awal. Memaksa mereka melakukan kesalahan. Dan kalau bola berhasil direbut di area berbahaya, situasi bisa berubah dalam sekejap.
Pertarungan antara Tanque dan Lowe pasti akan jadi tontonan utama. Duel fisik, perebutan posisi, dan ketepatan membaca bola akan menentukan siapa yang unggul. Sementara itu, pergerakan Boboev akan membuat bek-bek Dewa United harus tetap waspada selama 90 menit. Cukup satu kesalahan, akibatnya bisa fatal.
Pada akhirnya, laga ini lebih dari sekadar pertarungan taktik. Ini soal keberanian. Dengan memainkan dua striker, Trucha mengirim pesan: PSM nggak mau bermain aman. Mereka datang untuk merebut kemenangan.
Dewa United mungkin punya pertahanan yang lebih solid di atas kertas. Tapi PSM punya motivasi dan dukungan penuh rumah. Jika duet striker mereka bisa kompak, tembok pertahanan lawan bisa retak. Dan begitu retakan itu muncul, seluruh stadion siap meledak.
Karena memang, sepak bola sering ditentukan oleh hal-hal kecil. Sentuhan pertama yang bagus, atau keputusan sepersekian detik yang tepat.
Momen itu sedang menunggu di Parepare. Tinggal siapa yang lebih berani meraihnya.
Artikel Terkait
Persebaya Hadapi Bhayangkara dalam Duel Bernardo Tavares vs Paul Munster
Persela Datang Lebih Awal ke Semarang, Siap Hadapi PSIS di Jatidiri
Sterling Tertahan Izin Kerja, Debut di Feyenoord Harus Ditunda
Tottenham Hotspur Sepakati Kontrak Lisan dengan Igor Tudor