Surabaya baru saja menggelar acara yang cukup penting. Dalam rangkaian Innovative Government Award (IGA) 2025, pemerintah menyerahkan sejumlah sertifikat hak cipta untuk inovasi daerah. Acara yang berlangsung di kota pahlawan itu dihadiri langsung oleh Yusharto Huntoyungo, sang Kepala BSKDN Kemendagri.
Bagi Yusharto, momen ini bukan sekadar formalitas belaka. Ia menegaskan, penyerahan sertifikat hak cipta itu adalah langkah progresif. "Ini cara kita memuliakan ide dan kreativitas daerah yang patut terus dilanjutkan," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, hal ini merupakan bentuk nyata penghargaan negara. Penghargaan atas kerja keras pemda dalam menciptakan terobosan pelayanan publik. Jadi, urusannya jauh lebih dalam dari sekadar agenda administratif.
Dia menjelaskan, perlindungan hukum lewat hak cipta adalah pondasi. Tanpanya, sulit membangun ekosistem inovasi yang sehat dan berkelanjutan. Dengan adanya legalitas, sebuah inovasi tak hanya aman dari sisi hukum. Tapi juga punya peluang lebih besar untuk ditiru dan dikembangkan di wilayah lain. Proses replikasi ini penting untuk menyebarkan praktik baik.
"Saya berharap penghargaan hari ini, tidak berhenti sampai di sini," kata Yusharto.
"Tugas kita di pemerintahan adalah memastikan inovasi ini dipatenkan, direplikasi, dan menjadi standar baru dalam pelayanan publik, termasuk pelayanan pendidikan nasional."
Perhatian khusus memang tertuju pada Jawa Timur. Yusharto tak segan memberikan apresiasi tinggi, terutama kepada Dinas Pendidikan setempat. Konsistensi mereka dalam membangun budaya inovasi terbilang kuat. Buktinya, Jatim tercatat sebagai provinsi dengan inovasi bidang pendidikan tertinggi se-Indonesia. Angkanya mencapai 1.723 inovasi. Sungguh pencapaian yang luar biasa.
Namun begitu, pencapaian itu harus dijaga. Yusharto pun mengimbau Pemprov Jatim untuk segera melakukan perlindungan hak cipta. Tujuannya jelas: agar inovasi yang ada bisa berkelanjutan, lebih berkualitas, dan matang dengan skala yang lebih luas.
Di sisi lain, ia juga mengajak seluruh pemda di Indonesia untuk lebih aktif. Platform berbagi inovasi dari Kemendagri, katanya, harus dimanfaatkan maksimal. Platform itu bisa jadi sarana belajar dan saling inspirasi antar-daerah.
"Tidak hanya terkait urusan pendidikan," terangnya.
"Seluruh inovasi yang telah dilaporkan dapat dipelajari oleh daerah melalui aplikasi tuxedovation yang dapat diakses secara umum sebagai sumber inspirasi dan ide kreatif yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan."
Pidatonya menutup dengan penekanan pada pendidikan. Baginya, sektor ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak SDM unggul dan berdaya saing. Semua itu demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Prestasi yang telah diraih oleh Jawa Timur harus terus dijaga," tegas Yusharto.
"Pendidikan adalah kunci utama investasi masa depan. Jika urusan pendidikan dikelola dengan inovatif maka SDM Jawa Timur tidak hanya unggul di tingkat lokal tapi kompetitif di tingkat global."
Artikel Terkait
Siswi SMP di Gresik Jadi Korban Sekap dan Perkosaan, Kasus Terungkap Setahun Kemudian
Presiden Prabowo Resmikan 1.179 Satuan Pelayanan Gizi dan 18 Gudang Pangan
Jaksa Tuntut Anak Buronan Riza Chalid 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp13,4 Triliun
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas 4 Kilometer