MADRID Kabar buruk datang untuk Real Madrid. Cedera hamstring yang dialami Jude Bellingham ternyata jauh lebih serius dari perkiraan awal. Pukulan telak ini bisa mengacaukan rencana mereka di sisa musim.
Ingat momen menegangkan itu? Saat melawan Rayo Vallecano, baru sepuluh menit berjalan, Bellingham tiba-tiba terpincang. Dia berhenti berlari, tangannya langsung mencengkeram bagian belakang pahanya sebelum akhirnya terjatuh. Ekspresi wajahnya jelas: ada yang tidak beres.
Gelandang Inggris itu lalu diganti. Di pinggir lapangan, kamera menangkapnya menutupi wajah dengan kaosnya, sebuah gambaran yang langsung meredupkan harapan para pendukung. Saat itu, semua berharap cuma cedera ringan. Tapi suasana hati di klub berubah drastis belakangan ini.
Setelah menjalani serangkaian tes, diagnosisnya keluar: cedera pada otot semitendinosus di kaki kiri. Awalnya, tim medis memberi angin segar. Masa pemulihan diperkirakan cuma sebulan, yang berarti Bellingham bisa kembali untuk periode penting akhir musim.
Namun begitu, harapan itu kini memudar dengan cepat.
Menurut jurnalis Spanyol Ramon Alvarez de Mon, yang dikutip Goal, kekhawatiran di internal klub justru berkembang. Ada kemungkinan pemain berusia 22 tahun itu harus absen hingga dua bulan dua kali lipat dari perkiraan semula. Prognosis revisian ini, jika terbukti, mengubah masalah yang bisa diatasi menjadi krisis sungguhan.
Otot semitendinosus itu krusial untuk gerakan eksplosif pemain. Dan Madrid terkenal sangat hati-hati menangani cedera hamstring, khawatir bakal kambuh. Kalau benar harus istirahat dua bulan, Bellingham baru akan kembali sekitar pertengahan April. Itu artinya dia bakal melewatkan segunung laga penentu.
Di La Liga, deretan pertandingan berat menanti. Mulai dari laga melawan Real Sociedad, Osasuna, hingga ujian paling panas: derbi Madrid melawan Atletico. Pertandingan yang bisa jadi penentu gelar itu harus dijalani tanpa sang bintang.
Dampaknya lebih luas lagi di Eropa. Bellingham dipastikan absen di play-off Liga Champions melawan Benfica. Bahkan jika Madrid lolos, dia mungkin masih tak bisa turun di babak 16 besar, di mana tim seperti Manchester City berpotensi menjadi lawan.
Ini jelas jadi mimpi buruk untuk Alvaro Arbeloa. Pelatih yang baru mengambil alih dari Xabi Alonso di Januari itu langsung dihadapkan pada ujian berat. Kehilangan Bellingham, yang telah menjadi jantung tim dengan kontribusi 6 gol dalam 28 penampilan, adalah pukulan besar. Arbeloa kini dipaksa merombak lini tengah di saat yang paling genting.
Ditambah lagi dengan situasi Arda Guler yang dilaporkan tidak jelas, serta skuad yang masih beradaptasi dengan gaya bermain baru, absennya Bellingham benar-benar menyulitkan. Masalah yang tak diinginkan ini datang di saat Madrid sedang berusaha mengejar Barcelona yang unggul satu poin di puncak klasemen, sekaligus berjuang di Liga Champions.
Nasib musim ini, tiba-tiba, terasa lebih suram.
Artikel Terkait
Leeds United Incar Bek Manchester United Tyrell Malacia yang Bebas Transfer
Liverpool Terancam Krisis Bek Kanan Usai Endo Cedera Serius
Kevin Sanjaya Uji Nyali Hadapi Legenda Biliar Reyes dan Bustamante di Jakarta
Bayern Munich Bergerak untuk Rekrut John Stones, Kontrak di City Segera Berakhir