Dalam sebuah langkah yang cukup mengejutkan, Indonesia memutuskan untuk ikut serta dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian untuk Gaza. Inisiatif ini digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Intinya, pemerintah kita bertekad untuk tetap mengawal perjuangan kemerdekaan Palestina lewat forum baru ini.
Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. Lewat akun Instagram pribadinya, dia menyampaikan bahwa langkah ini bukan sekadar formalitas.
Partisipasi Indonesia di Board of Peace ini adalah langkah strategis yang konstruktif. Lebih dari itu, ini aksi konkret untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan berupaya menyelesaikan konflik di Gaza dalam waktu dekat.
Menurutnya, keikutsertaan Indonesia juga menunjukkan pengakuan dunia terhadap diplomasi kita. Ya, Indonesia memang punya track record panjang dalam isu perdamaian global, terutama soal Palestina. Ini seperti melanjutkan komitmen yang sudah dibangun puluhan tahun.
Lalu, apa sebenarnya fungsi Dewan Perdamaian ini? Sugiono membeberkan detailnya.
Board of Peace akan mengawasi administrasi, stabilisasi keamanan, plus rekonstruksi dan rehabilitasi Gaza. Semuanya dilakukan bertahap. Badan ini juga akan mengawasi semacam pemerintahan transisi di Palestina, yang nanti diisi para teknokrat untuk menjalankan fungsi administrasi di Gaza.
Artikel Terkait
Songket dan Keris untuk Dua Jenderal: Silaturahmi Hangat UAS dengan Polda Riau
Bottleneck Kali Cakung Lama Akhirnya Dibongkar, Solusi Banjir Kelapa Gading Dipercepat
Golkar Usulkan Pilkada Lewat DPRD, Mekeng: Lebih Mudah Awasi 40 Orang Daripada 200 Ribu Pemilih
Prabowo Teken Piagam Dewan Perdamaian, Diplomasi Indonesia di Uji