Lebih dari 3.000 Huntara di Aceh Timur Sudah Dihuni, Pembangunan Sisanya Dikebut

- Rabu, 11 Maret 2026 | 17:15 WIB
Lebih dari 3.000 Huntara di Aceh Timur Sudah Dihuni, Pembangunan Sisanya Dikebut

Kabupaten Aceh Timur perlahan mulai bangkit. Pasca bencana hidrometeorologi yang melanda akhir November lalu, ribuan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akhirnya mendapat atap untuk berteduh. Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky mengonfirmasi, hingga Rabu (11/3/2026) kemarin, sudah ada 3.005 unit hunian sementara (huntara) yang ditempati warga.

“Hingga saat ini, sebanyak 3.005 unit huntara sudah ditempati masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir November 2025,” jelas Iskandar saat dihubungi dari Banda Aceh.

Angka itu bukan jumlah kecil. Ribuan huntara tersebut tersebar di 18 kecamatan, mulai dari Madat, Idi Rayeuk, hingga ke daerah yang cukup terpencil seperti Serbajadi. Mayoritas, tepatnya 2.346 unit, adalah huntara insitu dibangun di atas tanah milik warga sendiri. Sementara 659 unit lainnya berupa huntara komunal yang dikelompokkan dalam satu kawasan.

Namun begitu, pekerjaan belum usai. Masih ada puluhan unit lagi yang sedang dikebut pengerjaannya. Data dari lapangan menyebutkan, 138 huntara insitu dan 14 kopel huntara komunal masih dalam tahap pembangunan. Progresnya beragam. Untuk huntara insitu, 112 unit sudah lebih dari 50% selesai, sedangkan 26 unit lainnya masih di bawah setengah jalan. Situasi serupa terjadi pada huntara komunal: sembilan kopel progresnya melampaui 50%, lima kopel sisanya masih tertinggal.

Proses membangun di tengah keterbatasan tentu tak mudah. Iskandar mengakui sejumlah kendala menghadang. Lokasi yang jauh dan terpencil, seperti di Kecamatan Serbajadi, Pante Bidari, dan Simpang Jernih, jadi tantangan tersendiri. Pengangkutan material seringkali terkendala medan. Belum lagi soal ketersediaan material itu sendiri yang kadang tak selalu mudah didapat.

“Kendati ada kendala, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB terus memacu pembangunan hunian,” tegasnya.

Di sisi lain, ada target yang ingin dikejar. Pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan semua huntara ini sebelum masyarakat menyambut Idulfitri 1447 Hijriah. Harapannya, sebelum hari raya tiba, para pengungsi sudah bisa meninggalkan tenda-tenda darurat dan menempati hunian yang lebih layak, meski masih bersifat sementara. Sebuah upaya untuk mengembalikan sedikit rasa normal di tengah musibah.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar