Enam Tewas dalam Kebakaran Bus di Swiss, Polisi Duga Aksi Sengaja

- Rabu, 11 Maret 2026 | 17:05 WIB
Enam Tewas dalam Kebakaran Bus di Swiss, Polisi Duga Aksi Sengaja

Suasana malam di Kerzers, sebuah kota kecil di kawasan Fribourg, Swiss, tiba-tiba berubah jadi mimpi buruk. Selasa (10/3) malam lalu, sebuah bus dilalap api di jalanan. Akibatnya, enam orang tewas. Tiga lainnya terluka. Ini bukan kecelakaan biasa. Polisi menduga kuat ada aksi kesengajaan di balik kobaran api yang mematikan itu.

Menurut keterangan polisi setempat yang dikutip Reuters, Rabu (11/3/2026), kejadiannya berlangsung sekitar 20 kilometer dari ibu kota Bern. Api begitu cepat menyergap bus. Frederic Papaux, juru bicara Kepolisian Fribourg, menyampaikan hal yang mengerikan.

"Pada tahap ini, kami memiliki beberapa petunjuk yang mengindikasikan itu merupakan tindakan yang disengaja oleh seseorang yang berada di dalam bus,"

Dugaan itu makin kuat. Dari penyelidikan sementara, ada laporan bahwa seorang individu diduga menyiramkan bahan bakar ke tubuhnya sendiri sebelum api berkobar. Christa Bielmann, juru bicara lain, mengonfirmasi bahwa penyidik sedang mengejar arahan itu. Tapi, dia juga berhati-hati.

Soal kemungkinan motif teror, pihak berwenang masih menahan diri. Bielmann bilang, masih terlalu awal untuk menyimpulkan ada kaitan dengan terorisme. Pernyataan serupa datang dari Romain Collaud, anggota dewan negara Swiss.

"Kami tidak memiliki indikasi yang menunjukkan bahwa kami mungkin sedang berurusan dengan serangan teroris,"

Dia menekankan bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Semua kemungkinan masih terbuka.

Korban luka segera dievakuasi. Tiga orang dengan luka serius dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan intensif. Dua orang lain yang juga terjebak dalam insiden itu sempat mendapat pertolongan medis di tempat. Syukurlah, kondisi mereka dinilai cukup stabil sehingga tidak perlu menjalani rawat inap. Kota yang biasanya tenang itu kini diselimuti duka dan tanda tanya besar.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar