Bahlil Lahadalia Siap Maju Caleg dari Dapil Papua pada 2029

- Jumat, 13 Februari 2026 | 22:10 WIB
Bahlil Lahadalia Siap Maju Caleg dari Dapil Papua pada 2029

MURIANETWORK.COM - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengumumkan niatnya untuk maju sebagai calon legislatif (caleg) dari daerah pemilihan (dapil) Papua pada Pemilu 2029 mendatang. Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah sambutan di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). Alasan utamanya adalah untuk membuka jalan bagi partainya di wilayah yang saat ini belum memiliki perwakilan kursi Golkar di parlemen.

Target Realistis dan Refleksi Perjalanan Partai

Sebelum mengungkap ambisi pribadinya, Bahlil terlebih dahulu membahas target Partai Golkar untuk menambah perolehan kursi pada pemilu 2029. Ia menilai target tersebut realistis dan tidak berlebihan, sembari merefleksikan naik turunnya perolehan suara partai sejak era kepemimpinan Akbar Tandjung.

“Target kita enggak usah muluk-muluk lah. Target kita nambah kursi. Sekarang 102 kursi. Pasca Bang Akbar (Akbar Tandjung), Bang Akbar itu kan dua kali Pemilu. Pemilu 1999 ketika Partai Golkar mau dibubarkan, dia masih nomor dua. 2004 kita langsung nomor satu. Iya kan, Bang kan? Itu dengan Paradigma Baru Partai Golkar. Setelah itu, turun terus. Turun terus. Ini baru naik lagi,” paparnya di hadapan para kader.

Komitmen Turun ke Lapangan di Dapil Papua

Dengan nada blak-blakan, Bahlil kemudian menyatakan tekadnya untuk terjun langsung ke arena pertarungan elektoral. Ia dengan tegas menepis spekulasi yang mungkin muncul, menegaskan bahwa langkahnya murni untuk memperkuat partai di daerah yang dianggapnya masih menjadi tantangan.

“Jadi, saya jujur aja karena untuk itu, saya Caleg. Eh wartawan kamu jangan tanya-tanya saya mau apa lagi ya. Caleg, ya. Jangan kamu bikin seperti Ketum Partai lain mau jadi ini jadi ini. Enggak. Saya Caleg. Saya Caleg Dapil Papua,” tegas Bahlil.

Alasan pemilihan dapil Papua pun dijelaskannya dengan gamblang, menunjukkan analisis strategis terhadap peta kekuatan partainya. “Kenapa saya Caleg Dapil Papua? Karena Dapil itu tidak ada kursi. Enggak ada kursi kita,” ungkapnya.

Gerakan Kolektif dan Seruan untuk Bekerja Nyata

Lebih dari sekadar pernyataan pribadi, Bahlil menggunakan momen ini untuk menggalang semangat kerja seluruh jajaran partai. Ia menekankan pentingnya kerja lapangan yang konkret, berbeda dengan sekadar wacana. Bahkan, ia menyatakan rencana untuk mendorong seluruh kader Golkar yang duduk di kabinet, sepanjang aturan memungkinkan, untuk ikut serta menjadi caleg.

“Kalau petarung ya turun bermain di lapangan. Jangan petarung cuma tulis, omon-omon. Ah itu di Golkar enggak butuh terlalu banyak omon-omon karena semua ahli omon-omon. Semua ahli. Dan besok saya akan wajibkan, semua kader Partai Golkar yang ada di Kabinet, kalau aturan memungkinkan dan Insyaallah memungkinkan, itu kita semua turun ikut Caleg. Membesarkan partai ini. Loh harus kerja dong,” tutupnya dengan semangat yang menggebu.

Pernyataan Ketum Golkar ini bukan hanya sekadar pengumuman kandidatur, tetapi juga sinyal kuat tentang strategi partai yang ingin kembali menguatkan basisnya dengan pendekatan langsung dan kerja keras para kadernya di seluruh lini, termasuk di wilayah-wilayah yang selama ini belum menjadi basis kuat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar