Lewat unggahan di Truth Social, Sabtu lalu, Donald Trump mengumumkan sesuatu yang cukup mengejutkan. Mantan Presiden AS itu bilang, ia mengirim sebuah kapal rumah sakit "yang hebat" ke Greenland. Tujuannya, untuk merawat banyak orang yang disebutnya "sakit" dan "tidak dirawat" di pulau itu.
"Itu sedang dalam perjalanan!!!" tulisnya penuh semangat, meski tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Siapa yang dimaksud, atau berapa banyak orang yang akan dibantu, tak jelas benar.
Respon Dingin dari Nuuk
Tanggapan dari Greenland datang keesokan harinya. Cukup singkat dan tegas dari Perdana Menteri Jens-Frederik Nielsen: "Tidak, terima kasih."
Dalam pernyataannya, Nielsen menegaskan bahwa Greenland memiliki sistem layanan kesehatan publik yang mapan. Perawatan bagi warganya gratis, katanya, dan itu adalah pilihan yang disengaja.
"Ide Presiden Trump sudah kami catat," ujarnya. Namun begitu, Nielsen mengkritik cara komunikasi Trump yang dianggapnya kurang pas. Ia menyarankan agar Washington berbicara langsung kepada pemerintah Greenland, alih-alih sekadar membuat pernyataan yang "kurang lebih random" di media sosial.
Denmark Juga Angkat Bicara
Di sisi lain, dari Kopenhagen, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen ikut bersuara. Lewat Instagram, ia menyatakan kebanggaannya tinggal di negara dan wilayah kerajaan di mana akses kesehatan gratis dan setara untuk semua, tanpa dilihat dari kekayaan.
Pernyataan yang lebih gamblang datang dari Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen. Ia menegaskan bahwa Greenland sama sekali tidak membutuhkan bantuan medis dari luar.
Artikel Terkait
Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzaki Teladan, Ajak Kolaborasi Perkuat Ekonomi Syariah
Timnas Tenis Putri Indonesia Tundukkan India 3-0, Kokoh di Posisi Kedua Piala Billie Jean King
Pemerintah Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
Keluarga Laporkan Suami Gadungan yang Klaim Anak Pejabat DPRD Makassar