Malaysia Bangun Data Center AI Rp 39,7 Triliun di Johor, Didukung Nvidia

- Selasa, 04 November 2025 | 09:00 WIB
Malaysia Bangun Data Center AI Rp 39,7 Triliun di Johor, Didukung Nvidia

Malaysia Bangun Data Center AI Senilai Rp 39,7 Triliun di Johor

Malaysia semakin dekat mencapai kedaulatan kecerdasan buatan (AI) dengan membangun fasilitas pusat data AI di Kulai, Johor. Proyek strategis ini merupakan hasil kemitraan antara YTL Power International dengan Nvidia, raksasa produsen GPU global.

Investasi Besar dan Target Kepemimpinan AI 2030

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang terwujud dalam 22 bulan ini. Kemitraan kedua perusahaan didukung investasi senilai RM10 miliar atau setara Rp 39,7 triliun. Malaysia menargetkan menjadi negara terdepan di bidang kecerdasan buatan pada tahun 2030.

"Membangun AI berdaulat sangat penting untuk mengembangkan ekosistem digital berbasis AI yang aman dan tepercaya," tegas Anwar usai bertemu dengan CEO Nvidia Jensen Huang dan Direktur YTL Power.

Spesifikasi Data Center AI Malaysia

Data center ini berlokasi di YTL Green Data Centre Park berkapasitas 600MW di Kulai, Johor. Infrastruktur ini ditenagai oleh GPU NVL72 Grace Blackwell (GB 200) berpendingin cairan dan didukung model bahasa besar (LLM) Malaysia bernama Ilmu yang diperkenalkan Agustus lalu.

Dukungan Pemerintah untuk Pengembangan AI

Pemerintah Malaysia mengalokasikan RM5,9 miliar (sekitar Rp 23,38 triliun) dalam anggaran 2026 untuk mendukung sektor AI negara. "Investasi besar ini menegaskan komitmen kami memposisikan Malaysia sebagai pusat regional utama untuk inovasi AI," kata Menteri Investasi Tengku Zafrul.

Upaya Malaysia mendorong perkembangan AI telah berlangsung serius sejak pembentukan Kantor AI Nasional di bawah Kementerian Digital pada Desember tahun lalu.

Manfaat AI Berdaulat untuk Malaysia

YTL Power menekankan pentingnya negara mengembangkan cloud berdaulat untuk layanan AI pemerintah dan warga. Dengan YTL AI Cloud yang kini beroperasi dan model bahasa besar Ilmu, Malaysia menjadi salah satu pertama di kawasan yang mendapat manfaat dari kapabilitas AI berdaulat sesungguhnya.

Komentar