Menteri PPPA Serukan Implementasi Nyata Perlindungan Anak Usai Tragedi Pelajar SD di NTT

- Kamis, 05 Februari 2026 | 07:35 WIB
Menteri PPPA Serukan Implementasi Nyata Perlindungan Anak Usai Tragedi Pelajar SD di NTT

Informasi terkait bunuh diri dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

MURIANETWORK.COM - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan duka mendalam sekaligus peringatan keras menyusul kasus bunuh diri seorang pelajar kelas IV SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa tragis ini kembali menyoroti urgensi implementasi sistem perlindungan anak yang efektif hingga ke tingkat akar rumput.

Panggilan untuk Implementasi Nyata Program KLA

Dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (5/2/2026), Menteri Arifah Fauzi menegaskan bahwa program perlindungan anak, khususnya Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), harus dijalankan secara konsisten dan substansial, bukan sekadar menjadi regulasi di atas kertas. Suasana duka dari peristiwa ini, menurutnya, harus menjadi momentum evaluasi bersama.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penguatan sistem perlindungan anak melalui implementasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) harus berjalan konsisten hingga tingkat keluarga dan komunitas,” tuturnya.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar