Sabtu (21/2) lalu, suasana di tepi Krueng Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, Bireuen, ramai oleh kunjungan kerja. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian turun langsung melihat perkembangan pembangunan jembatan yang sempat putus diterjang bencana. Ia datang tak hanya sebagai Mendagri, tapi juga memimpin Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana di Sumatera.
Di lokasi, Tito menyampaikan progres pembangunan jembatan permanen pengganti sementara itu sudah mencapai 18 persen. Angka itu bukan sekadar statistik. Bagi warga sekitar, ini adalah harapan nyata untuk kembali terhubung.
Target penyelesaiannya dipatok pada Juli 2026. Kalau sudah jadi, jembatan ini bakal jadi urat nadi baru. Mobilitas warga bakal lebih lancar, sekaligus menguatkan lagi jalur penghubung vital antara Medan dan Banda Aceh. Kabar yang cukup melegakan, bukan main.
Artikel Terkait
KPK Periksa Empat Saksi Kasus Pemerasan RPTKA di Malang
Presiden Iran Tegaskan: Gencatan Senjata dengan AS Bergantung pada Penghentian Serangan Israel ke Lebanon
Pemulihan Pasca Bencana Aceh Capai 91 Persen, Fokus Beralih ke Pemulihan Sosial-Ekonomi
Dua Penumpang Lompat dari Angkot Usai Dibegal di Medan, Satu Kritis