JAKARTA – Menteri Luar Negeri Sugiono kembali menegaskan posisi Indonesia. Kontingen kita yang dikirim sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk Gaza punya batasan yang sangat jelas. Tidak ada operasi militer. Dan, agenda demiliterisasi juga bukan bagian dari tugas mereka.
Penegasan ini disampaikan Sugiono di Washington DC, Jumat (20/2/2026) waktu setempat. Menurutnya, penunjukan Indonesia sebagai Deputy Commander ISF sama sekali tidak terkait dengan isu pengakuan diplomatik terhadap Israel. Itu dua hal yang berbeda.
“Karena ini kan bukan kaitannya dengan pengakuan atau ada tidaknya hubungan diplomatik,” ujar Sugiono.
“Ini adalah pasukan yang mendapatkan mandat untuk menjaga perdamaian, terdiri dari berbagai unsur yang tugasnya intinya adalah menjaga situasi.”
Artikel Terkait
Serangan Energi Guncang Pasar Minyak, Indonesia Incar Pasokan Alternatif dari Rusia
Yusril Tegaskan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Tetap di Pengadilan Militer
Pertemuan AS Dijadwalkan, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata
Dua Tewas Setelah Mobil Jatuh ke Jurang 60 Meter di Minahasa Selatan