Serangan Energi Guncang Pasar Minyak, Indonesia Incar Pasokan Alternatif dari Rusia

- Sabtu, 11 April 2026 | 05:15 WIB
Serangan Energi Guncang Pasar Minyak, Indonesia Incar Pasokan Alternatif dari Rusia

Serangan terhadap fasilitas energi Arab Saudi jadi sorotan utama sepanjang Jumat kemarin. Gangguan ini bukan cuma urusan regional, tapi langsung mengguncang pasar minyak global. Di sisi lain, ada kabar lain yang tak kalah panas: Prabowo Subianto bersiap untuk duduk bersama Vladimir Putin di Moskow. Pertemuan itu konon bakal membahas kerja sama energi, termasuk kemungkinan impor minyak dari Rusia.

Operasional Energi Saudi Terganggu, Pasar Minyak Bergejolak

Serangan yang menyasar sejumlah titik vital di Arab Saudi mulai dari Riyadh, Provinsi Timur, hingga Kota Industri Yanbu berdampak nyata. Operasional di sektor hulu ke hilang terganggu: produksi minyak dan gas, transportasi, pengilangan, sampai pembangkit listrik. Yang paling dikhawatirkan tentu imbasnya ke pasokan global. Dalam kondisi persediaan minyak operasional yang sudah tipis, insiden ini ibarat tamparan bagi pemulihan ekonomi dunia. Volatilitas harga pun tak terhindarkan.

Rincian kerugiannya cukup signifikan. Satu stasiun pompa di pipa East-West Pipeline rusak, bikin hilang sekitar 700 ribu barel minyak per hari. Belum lagi fasilitas produksi di Manifa dan Khurais, masing-masing kehilangan output sekitar 300 ribu barel. Kalau dijumlah, total penurunan kapasitas produksi Saudi mencapai 600 ribu barel per hari. Angka yang besar.

Namun begitu, dampaknya bukan cuma material. Serangan ini juga menelan korban jiwa. Satu personel keamanan industri tewas, sementara tujuh rekannya dari perusahaan energi nasional terluka. Situasi yang mencemaskan.

Prabowo Siap Ketemu Putin, Minyak Rusia Jadi Bahan Omongan

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar