Lebih dari sekadar tugas operasional, Sugiono memandang penunjukan ini sebagai sebuah kehormatan. Posisi tersebut dinilainya sebagai pengakuan internasional terhadap rekam jejak dan profesionalisme prajurit Indonesia dalam berbagai misi pemeliharaan perdamaian dunia.
“Ini juga merupakan suatu penghormatan dan penghargaan terhadap track record Indonesia serta reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian. Saya kira kedudukan ini juga akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niat kita mengirimkan pasukan di ISF,” tutur Menlu.
Penempatan Pasukan Dilakukan Secara Bertahap
Mengenai teknis penempatan, Sugiono sebelumnya menyampaikan bahwa pengiriman 8.000 personel TNI tidak akan dilakukan sekaligus. Misi tersebut bersifat progresif, dengan rencana pembagian area operasi menjadi beberapa sektor. Total kekuatan pasukan perdamaian di seluruh sektor diperkirakan mencapai 20.000 personel atau lebih.
“Saya kira bertahap, karena tadi saya sampaikan tahapan yang ada di sana juga dibagi menjadi beberapa sektor. Detailnya belum, tapi kurang lebih nanti ada lima sektor. Diperkirakan total pasukan yang akan ada di sana adalah 20.000 atau mungkin lebih di seluruh sektor ini. Ini merupakan sesuatu yang sifatnya progresif,” paparnya.
Meski mengonfirmasi bahwa penempatan awal akan berfokus di Rafah, Menlu mengaku belum menerima detail lebih lanjut mengenai tata letak dan ruang lingkup operasi di lapangan.
“Mulainya dari situ (Rafah) katanya kemarin, tapi nanti detailnya kan ada, operasinya seperti apa, teatrenya seperti apa,” ungkap Sugiono.
Artikel Terkait
Pemulihan Pasca Bencana Aceh Capai 91 Persen, Fokus Beralih ke Pemulihan Sosial-Ekonomi
Dua Penumpang Lompat dari Angkot Usai Dibegal di Medan, Satu Kritis
Korban Penyiraman Air Keras dari KontraS Desak Pengadilan Umum untuk Pelaku dari BAIS TNI
Slot Akui Superioritas PSG Usai Liverpool Tunduk 2-0 di Parc des Princes