BMKG Peringatkan Akun Telegram Palsu Sebar Informasi Gempa Palsu

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:20 WIB
BMKG Peringatkan Akun Telegram Palsu Sebar Informasi Gempa Palsu

Hati-hati dengan grup Telegram yang mengaku-aku sebagai BMKG. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras soal maraknya kanal dan akun di platform itu yang secara ilegal memakai nama serta logo Indonesia Earthquake Early Warning System atau InaEEWS. Akun-akun ini, kata BMKG, seenaknya menyebarkan info peringatan dini gempa yang kebenarannya dipertanyakan.

Menurut sejumlah sumber di situs resminya, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menegaskan bahwa lembaganya sama sekali tidak mengeluarkan informasi seperti yang beredar di kanal-kanal gelap tersebut. Faktanya, sistem InaEEWS sendiri sampai saat ini belum beroperasi untuk publik. Statusnya masih dalam pengembangan dan uji coba terbatas.

"Sistem InaEEWS BMKG masih dalam tahap pengembangan dan uji coba terbatas, serta belum diluncurkan secara resmi untuk publik luas di Indonesia,"

kata Nelly di Jakarta, Jumat (27/2).

Jadi, informasi yang beredar itu jelas palsu. BMKG menemukan bahwa akun-akun tersebut dengan sengaja meniru identitas resmi, lengkap dengan atribut visualnya. Tujuannya cuma satu: membangun kepercayaan publik secara tidak sah.

Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab, memberi penjelasan lebih rinci. Menurutnya, oknum di balik akun ilegal itu dengan sengaja menyebarkan parameter gempa palsu. Tindakan semacam ini berisiko besar, bisa memicu kepanikan di tengah masyarakat. Parahnya, mereka juga diduga menyalahgunakan data real-time dari sistem InaEEWS, mendistribusikannya ulang tanpa izin.

"BMKG menegaskan bahwa seluruh informasi peringatan dini pada kanal Telegram tersebut merupakan disinformasi. Lembaga secara resmi menyatakan bahwa akun yang mengatasnamakan InaEEWS BMKG adalah profil palsu dan bukan saluran informasi milik pemerintah,"

ujarnya tegas.

Nah, satu hal penting lainnya: InaEEWS tidak pernah bekerja sama dengan pihak manapun untuk menyebarluaskan info peringatan dini. BMKG juga memastikan tidak pernah memungut biaya untuk layanan semacam itu. Jadi, kalau ada yang minta bayaran atas nama peringatan dini gempa, sudah pasti itu penipuan.

"Tindakan oknum yang mengelola akun ilegal ini tidak hanya merusak kredibilitas BMKG sebagai satu-satunya institusi resmi pemerintah yang berwenang, tetapi juga membahayakan keselamatan publik melalui informasi palsu,"

tandas Fachri.

Lantas, mau dapat info yang akurat darimana? BMKG mengimbau masyarakat untuk cuma mengandalkan kanal resmi. Akses saja lewat aplikasi InfoBMKG, media sosial terverifikasi milik lembaga, atau langsung ke situs web resmi mereka. Jangan mudah percaya dengan sumber yang tidak jelas asal-usulnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar