Semua ini adalah reaksi langsung atas pidato Saar di Dewan Keamanan PBB. Dalam pidatonya, diplomat senior Israel itu tak hanya menolak kritik, tetapi juga secara efektif mendukung pencaplokan Tepi Barat. Ia bahkan menyebut tidak ada bangsa lain yang punya hak lebih kuat atas wilayah tersebut selain Israel.
Dan seperti yang sempat kami laporkan, Saar juga menyelipkan pujian untuk "Dewan Perdamaian" era Trump. Israel, katanya, akan berupaya meneruskan "keberhasilannya".
Namun begitu, bagi Palestina, "keberhasilan" yang dimaksud itu terasa seperti ancaman eksistensial. Maka, pernyataan dari Kemlu mereka pun ditutup dengan kalimat yang terdengar seperti semboyan perlawanan: "Palestina tidak untuk dijual, dan Israel tidak akan berhasil."
Pertarungan narasi dan diplomasi ini, jelas, masih panjang. Dan di Tepi Barat, ketegangan sepertinya takkan mereda dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis di Lombok Timur Diperketat Pengawasannya
Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Tewaskan Pemilik Hajatan di Purwakarta
Guru Silat di Serang Diamankan Warga Diduga Lecehkan Murid di Bawah Umur
Buronan Bandar Narkoba The Doctor Ditangkap di Penang Setelah Bersembunyi Sejak 2024