Kemarin, di markas PBB, suara diplomat Israel Gideon Saar menggema. Ia bicara soal hak historis bangsa Israel atas "tanah Alkitab". Tapi ribuan kilometer dari sana, di Ramallah, respons pemerintah Palestina datang dengan nada keras dan tegas.
Kementerian Luar Negeri Palestina secara terang-terangan menolak rencana ekspansionis Israel di Tepi Barat. Intinya satu: Palestina bukan barang dagangan. "Negara kami tidak untuk dijual," begitu bunyi pernyataan resmi mereka, yang dilansir Al-Jazeera pada Jumat (20/2/2026).
Menurut mereka, komentar Saar itu hanyalah episode terbaru dari upaya panjang penghapusan. Dunia internasional didesak untuk bertindak.
Tak cuma itu. Mereka juga menyerukan agar komunitas global berani menghadapi apa yang disebut sebagai "kelompok-kelompok pemukim teroris".
Di sisi lain, pesan untuk rakyatnya sendiri justru penuh keteguhan. Pihak Kemlu menegaskan, rakyat Palestina harus tetap bertahan di tanah air mereka. Justru para pemukim, dalam pandangan mereka, yang seharusnya pergi.
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis di Lombok Timur Diperketat Pengawasannya
Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Tewaskan Pemilik Hajatan di Purwakarta
Guru Silat di Serang Diamankan Warga Diduga Lecehkan Murid di Bawah Umur
Buronan Bandar Narkoba The Doctor Ditangkap di Penang Setelah Bersembunyi Sejak 2024