Angin Kencang di Sleman Tumbangkan Pohon, Kakek dan Cucu Tewas Tertimpa

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:54 WIB
Angin Kencang di Sleman Tumbangkan Pohon, Kakek dan Cucu Tewas Tertimpa

Sabtu siang di Karangmalang, suasana tiba-tiba berubah mencekam. Angin kencang melanda, dan sebuah pohon tumbang dengan brutal. Tak ada waktu untuk menghindar. Kejadian di Caturtunggal, Depok, Sleman itu merenggut nyawa dua orang: seorang kakek berusia 66 tahun dan cucu lelakinya yang baru tujuh tahun.

Keduanya, yang ternyata berdomisili di Balikpapan, sedang melintas dengan sepeda motor. Sang kakek membonceng cucunya saat musibah itu terjadi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengonfirmasi kabar duka ini.

"Pohon tumbang menimpa pengendara motor. Korban jiwa dua orang. Korban sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara," ujarnya.

Rupanya, angin yang menerjang bukan cuma soal di Depok. Menurut sejumlah laporan, kejadian serupa tersebar di beberapa kapanewon lain di Sleman. Banyak pohon tumbang atau patah diterjang angin yang datang tiba-tiba.

Bambang juga memberi penjelasan soal penyebabnya. Ia menyebut data dari AWS Pakem yang mencatat kecepatan angin mencapai 35 km/jam.

"Angin bergerak dari arah Barat Laut DIY, dengan lapisan atas yang juga kuat. Pergerakan angin ini tidak disertai adanya potensi hujan, namun berdampak kerusakan di beberapa wilayah," katanya menerangkan.

Dampaknya cukup luas. BPBD Sleman punya catatan lengkapnya. Di Cangkringan, misalnya, ada 13 pohon tumbang, ditambah tiang roboh dan atap rumah rusak. Wilayah Turi juga cukup parah: delapan pohon tumbang, atap rumah berantakan, sampai tembok kandang rusak.

Daerah lain seperti Pakem, Ngemplak, Sleman, dan Tempel juga tak luput. Secara keseluruhan, ratusan warga merasakan langsung ganasnya angin siang itu. Kerusakan material bertebaran, tapi yang paling menyayat adalah dua nyawa yang tak terselamatkan dalam perjalanan pulang mereka.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar