Polda Riau Selidiki Sindikat Perdagangan Gading di Balik Pembunuhan Gajah Sumatera

- Kamis, 19 Februari 2026 | 17:10 WIB
Polda Riau Selidiki Sindikat Perdagangan Gading di Balik Pembunuhan Gajah Sumatera

MURIANETWORK.COM - Tim gabungan Direktorat Reskrimsus Polda Riau dan Polres Pelalawan menggencarkan penyelidikan untuk mengungkap sindikat di balik pembunuhan seekor gajah Sumatera di areal konsesi Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Upaya penyidikan kini difokuskan pada penelusuran jaringan perburuan liar dan jalur perdagangan gading ilegal, setelah bangkai gajah jantan dengan luka tembak dan gading terampas ditemukan warga pada awal Februari 2026.

Penyidik Telusuri Jaringan Perdagangan Ilegal

Untuk mempersempit ruang gerak pelaku, penyidik tidak hanya mengejar pemburu di lapangan, tetapi juga menyelidiki rantai pasok di balik kejahatan terhadap satwa dilindungi ini. Mereka secara aktif menelusuri dugaan adanya sindikat yang memasarkan gading hasil perburuan liar.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menegaskan hal tersebut. "Jalur-jalur pendistribusian yang patut diduga adanya pelaku melakukan penjualan gading gajah atau hewan yang dilindungi tersebut kami telusuri," ujarnya di Mapolda Riau, Kamis (19/2/2026).

Keterangan Puluhan Saksi Dikumpulkan

Hingga saat ini, proses penyidikan telah melibatkan pemeriksaan terhadap puluhan orang. Tim gabungan dari Polda Riau dan Polres Pelalawan secara intensif mendalami keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian maupun areal perusahaan.

"Artinya semangat dari Polres Pelalawan dan Ditreskrimsus Polda Riau dalam hal ini sudah memeriksa sekitar 40 orang saksi. Baik saksi di sekitar TKP, areal sekitar perusahaan," ungkap Pandra.

Dari keterangan para saksi itu, penyidik berharap dapat mengungkap identitas pelaku. Pandra juga menyebutkan bahwa proses ini didukung dengan koordinasi yang erat bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, serta tidak mengesampingkan pendekatan penyelidikan ilmiah.

"Dari 40 saksi ini kami berharap, karena pemeriksaan ini dilakukan secara intensif dan kami berkoordinasi dengan BKSDA Riau, pemeriksaan ini tidak melepaskan upaya scientific investigation," lanjutnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar