MURIANETWORK.COM - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza hanya akan terjadi jika kelompok Hamas sepenuhnya dilucuti. Pernyataan tegas ini disampaikan dalam konteks fase kedua gencatan senjata, yang mengacu pada rencana perdamaian yang diusulkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Katz menekankan bahwa keberadaan Hamas dengan kemampuan militernya tidak akan ditoleransi.
Syarat Mutlak Penarikan Pasukan
Dalam sebuah konferensi yang digelar oleh surat kabar Yedioth Ahronoth, Katz menyampaikan posisi pemerintahnya dengan bahasa yang gamblang. Ia menegaskan komitmen Israel untuk tidak mengizinkan Hamas bertahan, baik dengan persenjataan maupun jaringan terowongan bawah tanah yang selama ini menjadi karakteristik pertahanan kelompok tersebut.
"Kami tidak akan pernah membiarkan Hamas tetap ada, baik dengan senjata maupun terowongan. Slogannya sederhana: hingga terowongan terakhir," ucap Katz, seperti dilaporkan Anadolu Agency, Rabu (18/2/2026).
Lebih lanjut, Katz memperjelas bahwa Israel tidak akan mundur dari posisinya sebelum syarat itu terpenuhi. Ia menggunakan istilah "Garis Kuning" sebagai batas simbolis yang telah disepakati untuk penarikan pasukan pada fase pertama gencatan senjata.
Artikel Terkait
Kejagung Tetapkan Mohammad Riza Chalid Tersangka Kedua untuk Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak
PBNU Dukung Larangan Vape Jika Terbukti Jadi Alat Peredaran Narkoba
Bea Cukai dan Pajak Segel Empat Kapal Asing di Pantai Mutiara Diduga Selewengkan Fasilitas
Banyuwangi Catat Inflasi Terendah di Maret 2026 Meski Ada Tekanan Ramadan