"Kami tidak akan bergeser dari Garis Kuning satu milimeter pun sampai Hamas dilucuti, dari senjatanya, dari terowongan, dan dari hal-hal lainnya," tegasnya.
Batas Waktu dan Ancaman Lanjutan
Pernyataan Katz bukan sekadar retorika, melainkan didukung oleh langkah konkret dari kabinetnya. Sekretaris Kabinet Israel, Yossi Fuchs, telah menyampaikan ultimatum resmi beberapa hari sebelumnya. Pemerintah Israel memberikan tenggat waktu 60 hari kepada Hamas untuk memulai proses perlucutan senjata secara menyeluruh.
Jika ultimatum itu tidak dipatuhi, ancaman untuk kembali melanjutkan operasi militer secara intensif akan dijalankan. Posisi ini menunjukkan bahwa fase gencatan senjata saat ini bersifat sangat kondisional dan rentan terhadap perubahan situasi di lapangan, tergantung pada kepatuhan Hamas terhadap tuntutan Israel.
Dengan demikian, jalan menuju gencatan yang lebih permanen dan penarikan pasukan sepenuhnya masih terhalang oleh persyaratan fundamental dari pihak Israel. Situasi ini meninggalkan ketidakpastian bagi warga Gaza, yang nasibnya sangat bergantung pada dinamika politik dan militer antara kedua pihak yang berkonflik.
Artikel Terkait
Kejagung Tetapkan Mohammad Riza Chalid Tersangka Kedua untuk Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak
PBNU Dukung Larangan Vape Jika Terbukti Jadi Alat Peredaran Narkoba
Bea Cukai dan Pajak Segel Empat Kapal Asing di Pantai Mutiara Diduga Selewengkan Fasilitas
Banyuwangi Catat Inflasi Terendah di Maret 2026 Meski Ada Tekanan Ramadan