Dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (18/2), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandha membeberkan rencana anggaran kementeriannya untuk tahun 2026. Angka yang disebut cukup besar: Rp28,48 triliun. Tapi, uang sebesar itu mau dialokasikan ke mana saja?
Menurut Dudy, fokus utamanya jelas. "Seluruh program kerja kami pada tahun anggaran 2026 disusun untuk memprioritaskan faktor keselamatan," tegasnya.
Tak hanya itu, peningkatan konektivitas dan perbaikan kualitas layanan transportasi nasional juga jadi sasaran. Intinya, anggaran harus bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat.
Anggaran sebesar itu, berdasarkan surat bersama Menteri Keuangan akhir September 2025, nantinya akan dibagi ke berbagai unit kerja. Rinciannya begini: Sekretariat Jenderal dapat Rp576 miliar, Inspektorat Jenderal Rp97 miliar. Untuk direktorat jenderal, Perhubungan Darat mendapat Rp4,8 triliun, sementara Perhubungan Laut mendapat porsi terbesar, yaitu Rp9,6 triliun.
Lalu, ada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebesar Rp4,8 triliun dan Perkeretaapian Rp5,4 triliun. Unit lainnya seperti Integrasi Transportasi dan Multimoda mendapat Rp174 miliar, Badan Kebijakan Transportasi Rp121 miliar, serta Badan Pengembangan SDM Perhubungan Rp2,6 triliun.
Namun begitu, dari total pagu awal tadi, ada penyesuaian. Dudy menjelaskan, sesuai instruksi Menteri Keuangan, anggaran diutamakan dulu untuk memenuhi prioritas direktif Presiden Prabowo Subianto, senilai Rp1,35 triliun.
"Alokasi anggaran Kemenhub pasca pengutamaan jadi Rp27,13 triliun," jelasnya.
Artikel Terkait
Prabowo Serukan Optimisme di Peresmian Pabrik Kendaraan Listrik Magelang
KPK Periksa Dua Saksi Kasus Korupsi Restitusi Pajak Kalsel
Sampah Meluber di TPS 3R Pulogebang, Warga Khawatirkan Ancaman Penyakit
KPK Periksa Empat Saksi Kasus Pemerasan RPTKA di Malang