“Presiden menginginkan perundingan harus sebanyak-banyaknya meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat global supply chain atau rantai pasok industri,” jelasnya lagi.
Tekanan lain yang mengemuka adalah soal dampak kebijakan. Prabowo menegaskan, setiap langkah ekonomi yang diambil pemerintah harus memberi hasil nyata dan cepat. Bukan wacana yang mengambang.
“Presiden Prabowo menginginkan setiap kebijakan yang diambil harus segera dan sebanyak mungkin memberi keuntungan konkret untuk Indonesia,”
tandas Teddy menambahkan penekanan dari atas.
Pertemuan mendadak di akhir pekan ini jelas mengirim sinyal. Pemerintah tampaknya sedang mempersiapkan sesuatu yang signifikan jelang penandatanganan kesepakatan dengan AS. Semua mata kini tertuju pada hasil perundingan pekan depan, dan apakah instruksi dari Hambalang itu akan terwujud dalam kesepakatan yang solid.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen