MURIANETWORK.COM - Pembinaan atlet finswimming sejak usia dini kini menjadi fokus utama untuk membangun fondasi prestasi jangka panjang di Indonesia. Pelatih nasional Livia Iriana menegaskan, pendekatan ini mengutamakan penguasaan teknik dasar dan pembentukan karakter, jauh sebelum berbicara tentang kecepatan atau perolehan medali. Hal ini dianggap krusial untuk menghindari pembinaan instan dan memastikan regenerasi atlet yang berkelanjutan.
Teknik Dasar dan Karakter Lebih Penting dari Prestasi Instan
Dalam wawancara tertulisnya, Livia Iriana, Pelatih Nasional Finswimming Indonesia, dengan tegas menyatakan bahwa pembinaan untuk atlet muda tidak boleh terjebak pada target kemenangan semata. Menurutnya, fokus harus diarahkan pada hal-hal yang lebih mendasar.
"Pendekatan tersebut diterapkan dalam berbagai kejuaraan kelompok usia, termasuk Sumedang Finswimming Competition yang digelar pada 14 Februari 2026. Pada kategori usia 7–11 tahun, penyelenggara memberikan medali di sejumlah nomor sebagai bentuk apresiasi dan motivasi," jelas Livia.
Namun, ia menekankan bahwa kompetisi di level ini sebaiknya berfungsi sebagai ajang belajar, bukan sumber tekanan. Kesalahan teknik yang dibiarkan sejak dini, menurut pengamatannya, akan berdampak signifikan pada performa atlet di level kompetisi yang lebih tinggi kelak.
Konsep Latihan yang Menyenangkan dan Aman
Melihat usia atlet yang masih belia, Livia menerapkan konsep latihan berbasis kesenangan atau fun-based training. Tujuannya jelas: menjaga agar anak-anak tetap menikmati setiap proses di kolam renang. Beban latihan pun dirancang secara hati-hati, mengikuti tahap pertumbuhan melalui pendekatan progressive development untuk menghindari cedera.
"Beban latihan disesuaikan dengan tahap pertumbuhan melalui pendekatan progressive development, sehingga tidak membebani fisik secara berlebihan. Aspek keselamatan di air juga menjadi perhatian, termasuk edukasi penggunaan monofin dan bifin secara aman," ungkapnya.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen