Pendekatan yang sistematis dan berjenjang ini sejalan dengan prinsip yang digariskan oleh Confédération Mondiale des Activités Subaquatiques (CMAS), federasi induk olahraga bawah air internasional.
Bukti Nyata dari Pembinaan Jangka Panjang
Komitmen Livia pada pembinaan berkelanjutan tidak hanya berupa teori. Bersama suaminya, mantan atlet nasional Petrol Apostle Kambey, ia mendirikan Klub Liv Finswimming sebagai wadah implementasi ide-idenya. Hasilnya mulai terlihat, seperti pada kejuaraan di Sumedang dimana klub tersebut meraih sejumlah medali, termasuk dari atlet-atlet usia dini.
Meski prestasi itu patut diapresiasi, Livia kembali menegaskan bahwa medali bukanlah tolok ukur utama kesuksesan program pembinaan usia dini. Baginya, konsistensi latihan, kedisiplinan, serta sinergi antara pelatih dan orang tua dalam mendampingi anak jauh lebih berharga.
Investasi untuk Masa Depan Finswimming Indonesia
Sebagai bagian dari Komisi Pelatihan PB POSSI, Livia memandang serius perannya. Ia melihat pembinaan usia dini sebagai sebuah investasi strategis untuk masa depan finswimming nasional. Harapannya, semakin banyak sekolah dan klub yang membuka program serupa, didukung oleh pelatih bersertifikasi dan fasilitas yang merata.
"Pembinaan usia dini bukan hanya tentang mencetak juara, tetapi membangun generasi yang sehat, disiplin, dan memiliki kecintaan terhadap olahraga air. Tanpa fondasi yang kuat, prestasi di level elite akan sulit dipertahankan," tutup Livia, menggarisbawahi visi jangka panjang yang dipegangnya.
Pandangan ini mengisyaratkan sebuah pergeseran paradigma yang sehat dalam dunia olahraga, dari sekadar mengejar podium menuju pembangunan ekosistem atletik yang kokoh sejak dari akarnya.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen