Ketegangan di Teluk Persia kembali memuncak. Garda Revolusi Iran baru-baru ini melancarkan serangan rudal yang menargetkan sebuah kapal tanker milik Amerika Serikat. Akibatnya, kapal itu dilaporkan terbakar hebat di perairan utara Teluk.
Menurut siaran televisi pemerintah Teheran, IRGC secara terbuka mengklaim tanggung jawab atas serangan itu. Mereka menyebut kapal tanker AS tersebut "terkena rudal" dan kondisinya saat ini masih dalam kobaran api.
"Saat ini terbakar,"
begitu bunyi pernyataan singkat mereka, seperti dilansir kantor berita AFP pada Kamis lalu. Klaim ini, bagaimanapun, belum bisa diverifikasi secara independen. Belum ada konfirmasi resmi dari pihak AS atau sumber netral lainnya di lapangan.
Insiden panas ini terjadi di tengah pengumuman lain dari IRGC yang tak kalah provokatif. Mereka menyatakan kini telah memegang "kendali penuh" atas Selat Hormuz. Itu adalah jalur air sempit yang jadi urat nadi perdagangan energi global, menghubungkan Teluk Persia dengan laut lepas.
Pernyataan penguasaan itu jelas bukan sekadar omong kosong. Serangan terhadap kapal AS tadi seolah jadi bukti nyata dan peringatan keras tentang klaim mereka. Situasinya makin runyam, dan dunia kembali menahan napas menyaksikan kedua kubu yang saling bersitegang di titik vital ini.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat di Tabanan, Target 400 Murid Baru
Pemprov DKI Targetkan LRT Velodrome-Manggarai Rampung dan Diresmikan pada Agustus
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Mantan Artis FE Jadi Model Video Call Palsu untuk Jaring Korban Investasi Bodong di Solo Baru