Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara, Dua Tersangka Diamankan

- Senin, 20 April 2026 | 08:05 WIB
Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara, Dua Tersangka Diamankan

Suasana Bandara Karel Sadsuitubun di Langgur, Maluku, mendadak ricuh Minggu siang itu. Sekitar pukul 11.25 WIT, Agrapinus Rumatora yang lebih dikenal sebagai Nus Kei baru saja turun dari pesawat dari Jakarta. Tak lama kemudian, seorang pria tak dikenal menghampiri dan menikamnya. Kejadiannya begitu cepat dan mengejutkan.

Korban yang tak lain adalah Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara itu langsung dievakuasi ke rumah sakit. Sayangnya, upaya medis tak berhasil. Nus Kei dinyatakan meninggal dunia tidak lama setelah tiba di Rumah Sakit Karel Sadsuitubun.

Polisi bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari dua jam pasca kejadian, dua orang pria berhasil diamankan. Mereka berinisial HR (28) dan FU (36).

“Telah menangkap dua terduga pelaku usai menikam yang menewaskan Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei,” jelas Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah, pada hari yang sama.

Keduanya kini menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap duduk perkaranya.

Motif di Balik Tikaman Maut

Dari hasil penyidikan sementara, polisi menemukan motif yang klasik namun mematikan: dendam. Kapolres Maluku Tenggara, Rian Sehendi, mengonfirmasi hal ini.

“Motifnya itu dendam ya, dari hasil penyidikan kita sementara itu,” ujar Rian.

Dia tak merinci lebih jauh soal sumber perseteruan itu. Namun, Rian menyebut bahwa masalah antara pelaku dan korban sudah berawal sejak mereka sama-sama berada di Jakarta.

“Permasalahan sebelumnya antara pelaku dengan korban ini dulu di Jakarta,” tambahnya, tanpa mengungkap lebih detail.

Golkar Maluku Berduka dan Mengutuk

Meninggalnya Nus Kei tentu saja mengguncang struktur partai di daerah. Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Maluku langsung menyuarakan kecaman keras.

Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Umar Ali Lessy, menegaskan bahwa aksi kekerasan ini adalah perbuatan melawan hukum dan tak bisa ditoleransi. Dalam keterangannya, dia meminta seluruh kader untuk tetap tenang dan solid.

“Solidaritas harus ditunjukkan dalam bentuk sikap dewasa, bukan tindakan yang memperkeruh keadaan,” pesan Umar.

Dia juga mengajak masyarakat luas, khususnya warga Maluku, untuk bersama-sama menjaga kedamaian. “Jangan terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah persaudaraan di Bumi Raja-Raja,” imbaunya.

Peristiwa ini tentu meninggalkan duka yang dalam. Di satu sisi, proses hukum berjalan cepat dengan ditangkapnya dua tersangka. Namun begitu, sebuah nyawa telah melayang akibat sebuah dendam yang belum sepenuhnya terang benderang.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar