"Energi nuklir memang kapasitas energi yang besar dan densitas energi yang tinggi, namun di saat yang sama juga menghadirkan tantangan besar, mulai dari kebutuhan pembiayaan yang signifikan, risiko cost overrun, kesiapan teknologi dengan standar keselamatan ketat, hingga pengelolaan limbah radioaktif," jelasnya dengan nada hati-hati.
Mempertimbangkan Dinamika Global dan Kedaulatan Nasional
Analisisnya tidak berhenti pada aspek teknis dan regulasi semata. Eddy juga membawa perspektif geopolitik ke dalam diskusi, termasuk menyoroti negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat. Menurut politisi senior PAN ini, isu-isu strategis semacam itu sangat krusial dalam menentukan pilihan teknologi dan mitra untuk pembangunan PLTN di tanah air.
"Di tengah meningkatnya tensi antar kekuatan besar dan dinamika perdagangan global, Indonesia harus cermat dalam menentukan mitra dan teknologi yang akan digunakan, demi menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional," tegasnya.
Lingkungan global yang kompetitif, ditambah dengan pertumbuhan kebutuhan listrik yang tinggi, semakin memperumit tantangan. Indonesia tidak hanya bersaing memperebutkan teknologi dan pembiayaan, tetapi juga sumber daya manusia dan rantai pasok untuk energi bersih.
Menyikapi kompleksitas ini, Eddy Soeparno menutup pandangannya dengan seruan untuk memulai diskursus dan perencanaan yang komprehensif. Tujuannya adalah untuk memahami dengan jelas kapasitas dan peluang Indonesia dalam membangun energi nuklir.
"Saya mengajak kita untuk memulai diskursus dan perencanaan yang baik guna memahami kebutuhan, kemampuan, dan kesempatan Indonesia membangun kapasitas energi nuklirnya. Ini sejalan dengan kebutuhan kita untuk mendapatkan sumber energi yang bersih dan handal. Saya meyakini ketahanan energi dan ketahanan iklim bisa kita capai bersama-sama dalam rangka menciptakan pertumbuhan energi yang berkualitas," pungkasnya.
Artikel Terkait
Prabowo dan PM Jepang Sepakat Dukung Kemerdekaan Palestina
Harbour City Hong Kong Gelar Pameran Besar Lima Ikon Pop Jepang Mulai Maret 2026
BMKG Cabut Peringatan Tsunami di Sulawesi Utara Usai Gempa M 7,6
Polisi Amankan Lebih dari 1 Kg Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi di Senen