Prabowo dan PM Jepang Sepakat Dukung Kemerdekaan Palestina

- Kamis, 02 April 2026 | 11:00 WIB
Prabowo dan PM Jepang Sepakat Dukung Kemerdekaan Palestina

Tokyo, awal April 2026. Kunjungan resmi pertama Presiden Prabowo Subianto ke Jepang ternyata menghasilkan lebih dari sekadar janji kerja sama ekonomi. Ada satu poin kesepakatan yang menonjol, dan itu datang langsung dari Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Lewat unggahan di akun Instagram resminya pada Kamis (2/4), PM Sanae mengungkapkan bahwa dirinya dan Presiden Prabowo sepakat untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Pernyataan ini cukup menarik perhatian, mengingat situasi di Timur Tengah yang sedang memanas.

Pertemuan di Istana Akasaka pada 31 Maret itu sendiri, tentu saja, membahas banyak hal. Sanae menyebutkan bahwa kedua pemimpin sepakat meningkatkan kolaborasi bilateral di berbagai sektor. Mulai dari ekonomi, energi, hingga pencegahan bencana.

"Kami akan lebih mempromosikan kerja sama ekonomi dengan memanfaatkan kekuatan Jepang, seperti di bidang perdagangan dan investasi," ujar PM Sanae.

Tak ketinggalan, kerja sama di sektor AZEC (Masyarakat Asia Zero Emission), AI, perikanan, dan pengelolaan mineral kritis juga masuk dalam pembahasan.

Di sisi lain, isu keamanan juga menjadi perhatian serius. PM Sanae menyambung penjelasannya soal kerja sama keamanan, yang mencakup dukungan penguatan kapasitas, pertahanan maritim, serta pengembangan bakat industri pertahanan.

Namun begitu, pembicaraan mereka ternyata tidak berhenti di situ. Topik panas di Timur Tengah ikut dibawa ke meja perundingan. Menurut Sanae, diskusi tentang konflik yang dipicu oleh perang AS-Israel dan Iran itu berjalan produktif.

"Kami membicarakan situasi di Timur Tengah. Saya rasa itu pencapaian luar biasa bahwa kami bisa sepakat dengan Presiden Prabowo untuk berkolaborasi menanggapi situasi tersebut," jelasnya.

Dan kemudian, dengan nada tegas, dia menambahkan, "Saya juga akan mendukung negara Palestina."

Kunjungan Prabowo ke Negeri Sakura ini berlangsung singkat, dari 29 hingga 31 Maret. Agenda utamanya padat. Sehari sebelum bertemu PM Sanae, Presiden telah lebih dulu melakukan pertemuan kenegaraan dengan Kaisar Naruhito di Imperial Palace, Tokyo. Sebuah rangkaian diplomasi yang, tampaknya, meninggalkan kesan mendalam bagi kedua belah pihak.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar