Di malam Sabtu yang ramai, tepatnya di depan Terminal Senen, Jakarta Pusat, seorang pria berhasil diamankan polisi. Ia baru saja menerima sebuah paket mencurigakan. Pria berinisial SS (48) itu ditangkap sekitar pukul 21.30 WIB, dan paket yang dipegangnya ternyata berisi barang haram. Bukan barang sembarangan, melainkan sabu seberat lebih dari satu kilogram.
Operasi ini digarap oleh tim dari Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat, dengan pimpinan langsung Iptu Rachmat Gilang Ramadhan. Mereka sudah mengendus pergerakan tersangka sebelum penangkapan terjadi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold EP Hutagalung, membenarkan penangkapan itu.
"Tersangka diamankan saat menerima paket yang diduga berisi narkotika. Dari hasil pemeriksaan ditemukan sabu dengan berat lebih dari 1 kilogram," jelasnya pada Kamis (2/4).
Barang bukti awal yang disita cukup mengejutkan: satu bungkus kemasan teh Cina berisi kristal putih sabu dengan berat bruto 1.064 gram, plus satu unit handphone. Tapi, ceritanya belum berakhir di situ.
Setelah diinterogasi, SS buka mulut. Rupanya, di tempat kosnya di kawasan Kemayoran masih ada stok lain. Tim pun segera bergerak ke alamat tersebut, sebuah kamar di daerah Bungur Besar Raya.
Hasil penggeledahan di kamar kosnya jauh lebih besar. Kasat Resnarkoba, AKBP Wisnu S. Kuncoro, membeberkan temuan mereka: ada 914 butir ekstasi warna oranye dan 780 butir ekstasi warna cokelat. Total beratnya mencapai ratusan gram. Belum lagi dua bungkus plastik berisi serbuk kafein, alat timbang digital, paper bag batik, dan banyak plastik kemasan.
"Dari hasil penggeledahan ditemukan ekstasi sebanyak 1.694 butir, alat timbang digital, serta barang lain yang berkaitan dengan peredaran narkotika," kata Wisnu.
Dari penyelidikan sementara, peran SS dalam jaringan ini adalah sebagai perantara. Tugasnya menerima, menyimpan, lalu mengirimkan barang haram itu atas perintah seseorang yang masih buron, berinisial T. Semuanya kini diamankan untuk penyidikan lebih mendalam.
Jaringannya sendiri masih terus dibongkar. "Saat ini masih dilakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang terlibat," pungkas pejabat tersebut. Operasi malam di Senen itu baru awal dari sebuah lingkaran kejahatan yang lebih besar.
Artikel Terkait
Wakil Ketua Komisi XIII DPR: Bantuan Hewan Kurban Presiden Pakai APBN Sudah Lazim Sejak Era Sebelumnya
Polisi Temukan Indikasi Intimidasi Korban dalam Kasus Dugaan Pencabulan Pimpinan Ponpes di Pekalongan
Pria 23 Tahun di Medan Ditangkap Usai Sayat dan Tusuk Pekerja yang Sedang Menjemur Ikan
Agung Laksono Restui La Ode Safiul Akbar Maju Calon Ketum Kosgoro 1957, Target Dongkrak Suara Golkar di Pemilu 2029