Ada satu ancaman lain yang dia angkat, dan ini cukup menggelisahkan: kecerdasan buatan atau AI.
“AI jangan dipoles sebagai inovasi jika faktanya menggerus ruang hidup pekerja kreatif kita. Negara tidak boleh abai terhadap ancaman ini,”
katanya lagi. Dia khawatir, teknologi yang sering dibungkus dengan kata ‘modernisasi’ ini malah bakal mempersempit lapangan kerja para pelaku seni. Jadi, di tengah euforia kemajuan, kita justru harus mawas diri.
Intinya, momennya sekarang. Bisa kita jadikan pijakan untuk maju, atau malah terperosok karena ancaman yang diabaikan. Semuanya tergantung langkah kita berikutnya.
Artikel Terkait
Bea Cukai Malang Dampingi Perusahaan Lokal Percepat Perizinan Cukai
Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Volume Kendaraan Tembus Rekor
Herdman: Kemenangan di FIFA Series Bukan Harga Mati, Fondasi untuk 2030 Lebih Penting
Menteri ESDM Tegaskan Stok Energi Nasional Aman di Tengah Konflik Global