Sejak pagi, kompleks Pondok Modern Darussalam Gontor di Mlarak, Ponorogo, sudah ramai. Ribuan orang memadati rumah duka, silih berganti menyampaikan belasungkawa. Mereka datang dari berbagai daerah; ada santri, alumni, hingga sejumlah tokoh nasional. Suasana haru langsung terasa.
Jenazah KH Amal Fathullah Zarkasyi kemudian dishalatkan di Masjid Jami' PMDG Kampus Pusat. Ribuan pelayat memenuhi ruangan, mengantarkan sang pemimpin pondok untuk terakhir kalinya.
Di antara yang hadir, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyampaikan duka mendalam. Ia menilai almarhum bukan sekadar pimpinan pesantren, melainkan sosok teladan bagi dunia pesantren secara nasional.
“Saya menyaksikan langsung perjuangan beliau. Lahirnya Undang-Undang Pesantren itu buah pemikirannya, diperjuangkan demi kemaslahatan pesantren di seluruh Indonesia, bukan cuma Gontor,” ujar Hidayat.
Menurutnya, kontribusi KH Amal melalui pemikiran dan perjuangannya sangat besar dalam memperkuat peran pesantren. Namun begitu, di balik ketokohan itu, ia dikenal sangat dekat dan rendah hati. “Beliau sering memberi masukan kepada para alumni. Gontor dan Indonesia benar-benar kehilangan,” tambahnya.
Pandangan senada disampaikan Hamid Fahmi Zarkasyi, Rektor UNIDA Gontor. Ia menegaskan peran besar almarhum dalam memperjuangkan payung hukum bagi pesantren.
“Berkas perjuangan beliau, lulusan pondok sekarang bisa lanjut ke perguruan tinggi tanpa harus melalui ujian negara. Ini jasa besar. Dan kita harus melanjutkannya,” kata Hamid.
Usai prosesi shalat jenazah, suasana hening kembali menyelimuti. Jenazah KH Amal Fathullah Zarkasyi kemudian dibawa ke peristirahatan terakhirnya. Dimakamkan di kompleks makam keluarga Pondok Modern Darussalam Gontor, ia pergi meninggalkan warisan yang tak ternilai.
Artikel Terkait
Nurcholis Madjid: Antara Ibadah Kurban dan Tradisi yang Tak Terpisahkan
Jenazah Ryamizard Ryacudu Disalatkan di Cikeas, Akan Dimakamkan di TMP Kalibata
Ribuan Umat Buddha Padati Candi Borobudur dalam Perayaan Waisak 2570 BE/2026
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Cikarang Barat, Enam Unit Damkar Dikerahkan