Di tengah ketegangan global yang memanas, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia justru menyampaikan kabar yang cukup menenangkan. Ia menegaskan stok energi dalam negeri masih aman, meski gelombang dampak konflik AS-Iran terasa hampir di seluruh penjuru dunia. Pernyataan ini disampaikannya di Jawa Tengah, Kamis lalu.
Soal cadangan minyak, Bahlil mengaku angka saat ini masih berada dalam batas standar minimal nasional, yaitu sekitar 21 hingga 28 hari. Tapi ia buru-buru meluruskan, jangan sampai salah paham. "Ini bukan berarti BBM kita akan habis dalam waktu sebulan," tegasnya. Menurutnya, situasinya tidak sesederhana itu.
"Sekalipun dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena, tetapi kita bersyukur kepada Allah, BBM di negara kita tercinta, baik bensin, solar, maupun LPG, terpenuhi,"
ujar Bahlil dengan nada optimis.
Keyakinannya itu bukan tanpa alasan. Pemerintah, kata dia, sedang menggenjot kinerja kilang-kilang minyak milik negara. Dengan mengoptimalkan fasilitas pengolahan dalam negeri, distribusi cadangan diharapkan bisa kembali lancar. Selain mengolah minyak mentah impor di kilang tersebut, pihaknya juga sudah mencari sumber pasokan alternatif.
"Kita tahu bahwa 20 persen dari crude kita itu diambil dari Selat Hormuz. Sekarang, kami sudah ganti ke tempat lain dan pasokannya,"
tutur Bahlil, tanpa merinci lebih jauh lokasi penggantinya.
Namun begitu, situasi di kawasan ternyata cukup berbeda. Filipina, misalnya, justru mengambil langkah darurat. Selasa (25/3) lalu, pemerintah mereka secara resmi mengumumkan status darurat nasional di sektor energi. Gangguan rantai pasok global akibat konflik Timur Tengah disebut-sebut sebagai pemicunya.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. bahkan sudah menandatangani perintah khusus. Langkah ini diambil untuk mengaktifkan respons nasional guna menstabilkan kembali pasokan dan mencegah guncangan ekonomi dari lonjakan harga bahan bakar. Wajar saja Filipina khawatir, mengingat hampir 26% konsumsi minyak mereka bergantung pada impor dari Timur Tengah.
Jadi, sementara tetangga kita sudah siaga satu, Indonesia lewat pernyataan Bahlil, berusaha tenang dan meyakinkan bahwa segala persiapan telah dilakukan. Waktulah yang akan membuktikan.
Artikel Terkait
Pria di Grogol Petamburan Aniaya Teman Hingga Patah Tulang Hidung, Pelaku Diamankan Polisi
Polri Cabut Moratorium Sirine dan Rotator Khusus untuk Patroli Jalan Tol
Purnapaskibraka 2025 Ditetapkan sebagai Duta Pancasila Usai Prosesi Penurunan Duplikat Bendera Pusaka
Hampir 40 Ribu Kendaraan Melintas di Puncak dalam 24 Jam, Polri Terapkan One Way