Utari | TVRINews, Kalimantan Utara
Perhatian serius masih dibutuhkan untuk infrastruktur di perbatasan Apau Kayan, Malinau. Hal itu mencuat saat Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, blusukan ke Kecamatan Kayan Selatan dan Kayan Hulu untuk memantau langsung keadaan di lapangan.
Bersama sejumlah pejabat, ia menelusuri kondisi jalan, jembatan, hingga fasilitas kesehatan. Salah satu titik yang dikunjungi adalah Rumah Sakit Kelas D Pratama di Long Ampung. Di sana, kerusakan terlihat cukup jelas plafon yang jebol karena rembesan air, misalnya. Ada juga bagian gedung baru yang sepi, belum benar-benar difungsikan.
“Fasilitas kesehatan ini sangat penting, sehingga kerusakan yang ada harus segera diperbaiki agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,”
Begitu komentar Ingkong Ala usai melihat kondisi rumah sakit itu.
Namun begitu, sorotan utama justru ada di akses transportasi. Saat berdiri di Jembatan Long Ampung, yang dibangun sejak 2008 dan belum pernah diremajakan, kekhawatirannya nyata. Jembatan itu adalah urat nadi warga, termasuk untuk menuju bandara. Bagian-bagiannya mulai rusak, jalannya pun berlubang di beberapa titik.
“Kondisi ini tentu menjadi perhatian kami. Jika tidak segera ditangani, ini bisa membahayakan pengguna,”
ujarnya lagi. Nadanya tegas.
Kemudian, perjalanan monitoring berlanjut ke Jembatan Nawang. Meski umurnya sudah hampir dua dekade dibangun tahun 2006 keadaannya tak kalah memprihatinkan. Padahal, jembatan ini penghubung vital antara Kecamatan Kayan Hulu dan Kayan Selatan.
“Pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan harus menjadi prioritas, karena menyangkut konektivitas dan kesejahteraan masyarakat,”
tegas Ingkong Ala, menekankan poin yang sama.
Di sisi lain, kunjungan ini punya konteks lain yang cukup penting. Rupanya, agenda ini juga terkait rencana lawatan muhibah rombongan Timbalan Menteri Digital Malaysia Sarawak. Mereka dijadwalkan datang ke Desa Long Nawang pada Maret 2026 mendatang. Tentu saja, kondisi infrastruktur yang baik menjadi sebuah keniscayaan.
Pemerintah provinsi sendiri menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan di wilayah perbatasan. Tujuannya jelas: memperkuat konektivitas dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sana. Tapi, di lapangan, janji itu masih harus dibuktikan dengan perbaikan yang konkret dan cepat.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Jadwal Imsakiyah dan Waktu Salat 3 Juni 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
Putusan Praperadilan Andrie Yunus Dinilai Ciptakan Benturan Yurisdiksi antara Peradilan Umum dan Militer
DPR Targetkan Pengesahan UU P2SK Pekan Ini untuk Harmonisasi Aturan Keuangan Pasca-Danantara
Ribuan Driver Gojek Padati Pengadilan Tipikor Dukung Nadiem Makarim yang Dituntut 18 Tahun Penjara