Badai cedera menerjang Arsenal. Pasca kekalahan pahit di final Carabao Cup, kabar buruk datang bertubi-tubi: sejumlah pemain inti The Gunners dipastikan absen membela negara masing-masing saat jeda internasional Maret nanti. Padahal, jeda hampir dua pekan ini biasanya jadi momen bagi mereka untuk tampil di timnas.
Menurut laporan ESPN yang terbit Selasa, setidaknya ada lima nama yang harus mundur. William Saliba, Gabriel Magalhaes, Eberechi Eze, Jurrien Timber, dan Leandro Trossard semuanya terkendala masalah kebugaran. Situasi ini jelas berbeda dari biasanya, di mana Arsenal kerap menjadi penyumbang pemain terbanyak.
Sorotan paling tajam tertuju pada duo benteng pertahanan. Saliba dan Gabriel, dua pilar belakang Arsenal, harus menepi. Yang menarik, Gabriel bahkan tampil penuh 90 menit melawan Manchester City di final. Tapi usai laga, rupanya dia mengeluh nyeri hebat di lutut kanannya.
Timnas Brasil kemudian mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi kabar ini.
"Bek Arsenal Gabriel Magalhaes absen di laga persahabatan kontra Prancis dan Kroasia. Setelah laga melawan Manchester City di final Piala Liga Inggris, pemain merasakan sakit di lutut kanan. Dari hasil pemeriksaan, Gabriel dinyatakan tidak fit untuk bermain di jeda internasional dan tidak ada penggantinya."
Tak hanya mereka, Eberechi Eze terpaksa dicoret dari skuad Inggris karena cedera betis. Sementara dua pemain lainnya, Leandro Trossard (Belgia) dan Jurrien Timber (Belanda), juga mengalami nasib serupa dan tak bisa berangkat.
Di balik semua ini, muncul spekulasi yang cukup kuat. Banyak yang menduga pelatih Mikel Arteta punya andil dalam keputusan ini. Bisa jadi ini langkah pencegahan yang disengaja. Tujuannya jelas: melindungi aset-aset terbaiknya di tengah musim yang sangat padat dan menentukan.
Arsenal memang masih punya segalanya untuk diperjuangkan. Meski gagal di Carabao Cup, gelar Liga Premier, Piala FA, dan bahkan Liga Champions masih terbuka lebar. Mereka masih memimpin klasemen dengan jarak yang nyaman. Dalam situasi seperti ini, kehilangan pemain kunci karena cedera di laga internasional tentu mimpi buruk. Jadi, wajar jika ada langkah ekstra hati-hati. Musim yang panjang masih menuntut tenaga besar.
Artikel Terkait
Rentetan Kekerasan Seksual di Pesantren dan Institusi Agama: Pola Kuasa, Budaya Bungkam, dan Lemahnya Pengawasan
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Indonesia
Gempa Magnitudo 3,7 Guncang Mentawai, BMKG Sebut Gempa Dangkal
KSSK Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Terjaga di Tengah Ketegangan Geopolitik Global