Jakarta - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) kini punya terobosan baru. Perusahaan pelayanan kesehatan itu baru saja meresmikan Stemcell Clinic by Prodia, sebuah klinik yang khusus menangani terapi regeneratif dengan basis sel punca. Intinya, klinik ini hadir buat menjawab tingginya permintaan masyarakat terhadap pengobatan masa depan yang mengandalkan teknologi sel punca.
Lokasinya nggak jauh-jauh, tepatnya di Prodia Senior Health Centre (PSHC) kawasan Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta. Yang menarik, klinik ini dibangun dengan standar medis dan keamanan tinggi. Mereka berkolaborasi dengan PT Prodia Stemcell Indonesia atau yang biasa disebut ProSTEM.
Menurut Dewi Muliaty, Direktur Utama Prodia, langkah ini merupakan kelanjutan dari strategi perusahaan. Sebelumnya, Prodia sudah mengakuisisi 30 persen saham ProSTEM.
"Ini adalah komitmen kami untuk terus berinovasi di bidang kesehatan," ujar Dewi dalam keterangan resminya, Senin (20/4/2026).
Dia menambahkan, akuisisi saham dan peluncuran klinik ini bukan sekadar ekspansi bisnis. Lebih dari itu, ini adalah wujud nyata fokus Prodia pada precision medicine dan future medicine. Harapannya, layanan ini bisa jadi solusi kesehatan yang komprehensif tidak cuma mengobati, tapi juga mencegah dan meregenerasi, sekaligus mendukung gaya hidup sehat masyarakat.
Dengan dukungan tenaga medis yang sudah berpengalaman, Prodia yakin klinik stem cell ini bakal memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan kesehatan terintegrasi nomor satu di Indonesia.
Dan rencananya, layanan ini nggak akan berhenti di Jakarta saja. Ke depan, Prodia berencana memperluas jangkauan kliniknya ke sejumlah kota strategis lainnya. Nantinya, klinik stem cell ini akan jadi bagian dari ekosistem layanan kesehatan Prodia secara keseluruhan, bukan cuma sekadar klinik spesialis.
Di sisi lain, Cynthia Retna Sartika selaku Direktur ProSTEM juga angkat bicara. Perusahaannya punya pengalaman panjang dalam meneliti dan mengembangkan terapi berbasis sel punca.
"Kami punya kapabilitas dan teknologi untuk menghadirkan produk yang terstandar dengan pendekatan ilmiah," jelas Cynthia.
Dia menekankan, pendekatan yang dilakukan ProSTEM nggak cuma soal inovasi. Tapi juga konsistensi kualitas, proses, perizinan, hingga pemenuhan standar internasional ketat seperti NetCord & FACT dan AABB. Semua itu terutama dalam hal pengendalian mutu, penelusuran produk, dan tentu saja, keamanan produk sel.
"Kolaborasi dengan Prodia ini kami yakini bisa berjalan berkelanjutan dan memberi kontribusi nyata untuk pengobatan regeneratif di Indonesia," pungkasnya.
Nah, tinggal nunggu aja nih, bagaimana perkembangan klinik stem cell ini ke depannya. Apakah bakal jadi game changer di dunia kesehatan tanah air? Kita lihat saja.
Artikel Terkait
MMIX Bidik Pendapatan Rp382 Miliar, Pacu Pertumbuhan 90% dengan Andalkan Popok Bayi
BEI Perketat Kriteria Indeks Unggulan, Saham dengan Kepemilikan Terpusat Bakal Tersingkir
IHSG Dibuka Anjlok 0,41%, Pergerakan Sektor Beragam
ESSA Hentikan Sementara Operasi Pabrik Amonia Banggai untuk Pemeliharaan 5 Minggu