Upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Pada Jumat (9/1), ketiganya sudah bisa dibawa keluar dari Socotra. Mereka diterbangkan ke Jeddah untuk transit sebelum nantinya pulang ke Indonesia.
Nabyl menegaskan kondisi mereka baik-baik saja. Padahal, sebelumnya situasi sempat mencemaskan. Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, sempat menyebut bahwa komunikasi terakhir menunjukkan mereka sehat dan aman, meski terperangkap di zona rawan.
Di sisi lain, Kemlu kembali mengingatkan. Buat warga yang punya rencana bepergian ke luar negeri, khususnya ke daerah rawan konflik, harus benar-benar memperhatikan perkembangan situasi. Ikuti imbauan dari pemerintah, jangan anggap sepele.
Kisah tiga WNI ini mungkin berakhir baik. Tapi ia jadi pengingat: di belahan dunia lain, situasi bisa berubah drastis dalam sekejap.
Artikel Terkait
PDI Perjuangan Bantah Konsep Koalisi Permanen dalam Sistem Presidensial
Siaga Banjir di Pluit, Polairud Kerahkan Perahu Pantau Permukiman Rawan
Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat, Air Mata Haru dan Target 500 Titik
Guru Terluka di Banjir Pademangan Dievakuasi dengan Perahu Karet