Jalan Ditutup, Batu Terbang: Aksi Warga Cigudeg Memanas
Suasana di Kantor Kecamatan Cigudeg pada Senin (12/1) pagi itu jauh dari biasa. Bukan hanya riuh, tapi tegang. Ratusan warga yang merasa dirugikan oleh penutupan perusahaan tambang di wilayah mereka memadati lokasi. Mereka datang dari beberapa kecamatan, seperti Cigudeg sendiri, Rumpin, dan Parungpanjang. Emosi yang sudah lama tertahan akhirnya meluap.
Akses Jalan Raya Cigudeg pun tak bisa dilewati. Ditutup massa. Tak cukup sampai di situ, kantor kecamatan itu juga menjadi sasaran lemparan batu oleh sejumlah pengunjuk rasa. Suara pecahan kaca dan teriakan saling bersahutan, menggambarkan betapa runcingnya situasi saat itu.
Di tengah kerumunan, Asep Fadlan tampil sebagai koordinator aksi. Suaranya lantang menyuarakan tuntutan utama mereka: perusahaan tambang harus segera beroperasi kembali. "Kita menuntut di bulan ini tambang harus dibuka," tegasnya.
"Kita menuntut di bulan ini tambang harus dibuka."
Menurut penuturan Asep, aktivitas tambang sudah terhenti lebih dari tiga bulan. Ia lalu merujuk pada dua surat edaran, tertanggal 19 dan 26 September, yang konon menjadi dasar penutupan. Surat itu membahas pembangunan jalan di Parungpanjang.
Artikel Terkait
KPK Geledah Kantor Pajak Jakut, Dugaan Suap Diskon Rp 60 Miliar Terkuak
Menteri Kesehatan Desak Perbaikan Rumah Nakes Sumatera Rampung Sebelum Lebaran
PMI Serahkan 2.000 Ton Bantuan Logistik untuk Ringankan Beban Warga Aceh di Bulan Puasa
Jebakan di Balik Layar: Menguak Ancaman Child Grooming di Era Digital