BANYUMAS - Kalau lewat kawasan Kauman Lama di Purwokerto jelang maghrib, aromanya langsung tercium. Gurih, pedas, berempah. Itu tanda kios-kios keong sawah rebus lagi ramai. Ya, menu yang satu ini memang jadi buruan warga Banyumas, Jawa Tengah, setiap Ramadan tiba. Seolah ada ritual tersendiri: berbuka puasa belum lengkap rasanya tanpa sepiring keong rebus yang sedap itu.
Proses memasaknya sendiri butuh kesabaran ekstra. Keong yang sudah dibersihkan dicampur dengan aneka rempah, lalu direbus dalam wajan besar. Nah, ini kuncinya: perebusan bisa makan waktu empat sampai lima jam lamanya. Tujuannya biar daging keongnya empuk dan bumbunya benar-benar meresap sampai ke dalam.
Menurut sejumlah saksi, antrean di depan kios-kios itu sudah biasa terjadi. Pembeli rela menunggu demi bisa membawa pulang hidangan khas Banyumasan ini. Yang menarik, daya tarik keong rebus ternyata nggak cuma untuk warga lokal. Banyak juga pembeli yang datang dari kota tetangga, seperti Cilacap, Banjarnegara, dan Purbalingga. Mereka bilang, rasanya bikin ketagihan.
“Rasanya kurang lengkap kalau puasa belum makan keong. Di sini rasanya rempah banget, kerasa pedes dan cukup memuaskan di lidah,”
Kata Anang Firmansyah, salah seorang pembeli, Jumat lalu. Bagi Anang, cita rasa keong rebus ini punya kekhasan yang sulit dicari di menu lain.
Di sisi lain, para penjual pun senang melihat animo masyarakat. Dani Alfri Zulkar, salah satu pedagang, mengaku penjualannya melonjak drastis selama bulan puasa.
“Direbus 5-6 jam biar tekstur sama rasa rempahnya meresap dan daging keongnya jadi empuk,”
jelas Dani soal rahasia di balik kelezatan hidangannya.
Dani menyebut, dalam sehari dia bisa menghabiskan stok keong matang hingga 100 kilogram. Angka yang fantastis, mengingat di hari-hari biasa penjualannya cuma sekitar 20 sampai 30 kilogram saja. Faktor harga mungkin jadi salah satu pendorongnya. Dengan Rp60.000 per kilogram, warga bisa menikmati kuliner unik yang rasanya memang nendang ini.
Jadi, jangan heran kalau suasana ramai dan antrean panjang jadi pemandangan khas di sana setiap sore. Keong sawah rebus telah menjelma jadi ikon buka puasa yang ditunggu-tunggu, tahun demi tahun.
Artikel Terkait
BMKG Prediksi Cuaca Cerah Berawan di Makassar Sepanjang 18 April 2026
Diskominfo Tebing Tinggi Digeledah Polda Sumut Usai OTT Pejabat
Masyarakat Sipil Temui KWI, Soroti Krisis Moral dan Hukum dalam Tata Kelola Negara
Unpad Nonaktifkan Guru Besar Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Mahasiswi Asing