PDI Perjuangan dengan tegas menyatakan, konsep "koalisi permanen" sebenarnya tak dikenal dalam sistem presidensial. Menurut partai tersebut, sejarah politik Indonesia pun tak pernah benar-benar mencatat adanya koalisi yang bersifat tetap seperti itu.
Hal ini disampaikan langsung oleh Andreas Hugo Pareira, Ketua DPP PDIP. Pernyataannya ia sampaikan usai Rakernas I partai di Ancol, Jakarta Utara, Senin lalu.
"Kalau kita lihat sejarah politik kita, belum pernah ada koalisi permanen," ujar Andreas.
"Yang ada di PDI Perjuangan, kami biasa menyebutnya kerja sama antarpartai. Itu saja."
Andreas, yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi XIII DPR, lantas menjelaskan soal perbedaan sistem. Menurutnya, konsep koalisi yang sebenarnya lebih banyak dibahas dalam buku-buku teori politik parlementer.
"Di sistem parlementer, koalisi itu hal yang biasa. Coba cek di mana-mana, memang di sanalah konsep itu hidup. Nah, beda lagi dengan sistem presidensial multipartai kayak kita," paparnya.
Di sisi lain, dalam sistem presidensial, partai-partai lebih memilih untuk membangun kerja sama. Kerja sama itu pun bersifat dinamis, tidak kaku, dan jauh dari kata terikat permanen. Intinya, lebih fleksibel.
Jadi, narasi tentang koalisi tetap atau permanen agaknya memang kurang cocok dengan konstelasi politik Indonesia. Yang terjadi lebih pada dinamika kerja sama, yang bisa erat di satu waktu, dan berubah di waktu lainnya.
Artikel Terkait
Brasil Bersaing Jadi Pusat Tambang Mineral Tanah Jarang Global, Permintaan Ikat Kunci Era AI dan Energi Hijau
Polisi Dalami Kondisi Kejiwaan Pelaku Penikaman Perawat di Klinik Gigi Tangerang
Kapolda Sumsel Perintahkan Optimalisasi Teknologi untuk Cegah Karhutla 2026
Prabowo dan Megawati Tampak Akrab di Peringatan Hari Lahir Pancasila, Istana Sebut Tak Ada Jarak Emosional