Pergerakan IHSG hari ini cukup bikin deg-degan. Di tengah sesi perdagangan siang tadi, tepatnya sekitar pukul 14.28 WIB, indeks justru terjun bebas. Anjloknya cukup dalam, sampai 207 poin lebih atau setara dengan 2,32 persen, ke posisi 8.729.
Memang, setelahnya ada upaya untuk bangkit lagi. Tapi sampai jam tiga lebih sepuluh menit, situasinya belum sepenuhnya pulih. Data RTI menunjukkan IHSG masih berkutat di zona merah, meski kerugiannya sudah menyusut jadi 50,5 poin atau 0,57 persen, ke level 8.886.
Lalu, apa penyebabnya? Herditya Wicaksana, analis dari MNC Sekuritas, punya penjelasan. Menurut dia, aksi ambil untung atau profit taking di sektor energi jadi biang keroknya.
"Kami mencermati koreksi dari IHSG ini dibebani oleh emiten-emiten energi yang tadi sempat terkoreksi kurang lebih 2 persen di mana kami perkirakan adanya kemungkinan aksi ambil untung setelah beberapa emiten energi menguat signifikan," ujarnya.
Meski begitu, dia masih punya harapan. Herditya memperkirakan IHSG bisa melanjutkan pemulihan, walau mungkin masih akan berakhir di area negatif untuk hari ini.
Pendapat serupa datang dari analis lain. Nafan Aji, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, juga melihat sentimen serupa di pasar.
Artikel Terkait
Amran Sulaiman: Bulog Siap Serap Gabah 4 Juta Ton dengan Harga Satu Kualitas
IHSG Terguncang, Saham Konglomerasi Ambruk dalam Hitungan Menit
Prabowo Tepis Teori Menetesnya Kesejahteraan: Netesnya 300 Tahun Lagi, Kita Sudah Mati
Saham Pakuwon Jati (PWON) Melonjak 13%, Kembali Jadi Primadona Pasar