Ketegangan Iran-AS Memanas, Ketua Parlemen Ancam Serang Israel dan Pangkalan Amerika

- Minggu, 11 Januari 2026 | 22:20 WIB
Ketegangan Iran-AS Memanas, Ketua Parlemen Ancam Serang Israel dan Pangkalan Amerika

TEHERAN – Mohammad Baqer Qalibaf, Ketua Parlemen Iran, punya pesan keras untuk Amerika Serikat. Intinya: jangan coba-coba salah hitung. Peringatan ini dilontarkan menyusul demo besar-besaran yang mengguncang negara itu belakangan ini.

Ancaman itu bukan datang dari sembarang orang. Qalibaf sendiri adalah mantan komandan di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Jadi, ucapannya punya bobot. Dia merespons langsung ancaman serangan militer dari Presiden AS Donald Trump, yang menyebut akan bertindak jika otoritas Iran membunuh demonstran.

“Mari kita perjelas,” tegas Qalibaf, seperti dilaporkan Al Jazeera pada Minggu (11/1/2026).

“Jika terjadi serangan terhadap Iran, wilayah pendudukan [Israel] serta semua pangkalan dan kapal AS akan menjadi target sah kita.”

Pernyataan itu, menurut Tohid Asadi dari Al Jazeera yang melaporkan dari Teheran, menandai “tingkat eskalasi baru, setidaknya secara retorika.” Suasana di parlemen sendiri memanas. Beberapa anggota parlemen bahkan dilaporkan menyerbu podium sambil berteriak-teriak, “Matilah Amerika!”

Di sisi lain, gelombang protes yang disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir ini dipicu oleh krisis ekonomi yang makin parah. Sanksi Barat yang melumpuhkan jadi penyebab utamanya. Otoritas berusaha membedakan antara demonstran damai dan apa yang mereka sebut sebagai “perusuh”. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyebutnya sebagai aksi sabotase.

“Mereka mengatakan bahwa mereka memahami situasi dan kompleksitas yang terkait dengan kesulitan ekonomi yang dihadapi masyarakat,” kata Asadi menjelaskan posisi pemerintah.

Menariknya, dalam pernyataannya, Qalibaf juga disebutkan mengakui hak masyarakat untuk berpartisipasi dalam protes. Namun begitu, peringatan keras ke AS tetap menjadi fokus utamanya.


Halaman:

Komentar