Peringatan dari Iran ini muncul setelah Donald Trump bersuara. Melalui unggahan di platform Truth Social-nya pada Sabtu, Trump menyatakan AS “siap membantu” para demonstran yang menghadapi penindakan.
“Iran sedang mengincar KEBEBASAN, mungkin tidak pernah sebelumnya. AS siap membantu!!!” tulisnya, tanpa memberi penjelasan lebih rinci.
Sehari sebelumnya, Trump sudah bilang Iran dalam "masalah besar". Dia kembali mengingatkan bahwa dirinya bisa memerintahkan serangan. “Itu tidak berarti pasukan darat, tetapi itu berarti menyerang mereka dengan sangat, sangat keras – di tempat yang paling menyakitkan,” ancam presiden AS itu.
Peringatan serupa juga datang dari militer Iran. Ahmad-Reza Radan, Kepala Polisi Iran, dikutip media pemerintah menyebut tingkat konfrontasi dengan para perusuh telah meningkat. Sementara Angkatan Darat, dalam pernyataan resminya di hari Sabtu, berjanji akan membela “kepentingan nasional”.
Mereka menuding Israel dan “kelompok teroris yang bermusuhan” berupaya merusak keamanan publik di tengah gerakan protes yang meluas.
“Angkatan Darat, di bawah komando Panglima Tertinggi, bersama dengan angkatan bersenjata lainnya, selain memantau pergerakan musuh di wilayah tersebut, akan dengan tegas melindungi dan menjaga kepentingan nasional, infrastruktur strategis negara, dan properti publik,” bunyi pernyataan itu.
Sementara itu, di tengah ketegangan ini, kelompok hak asasi manusia mendesak pengekangan. Laporan korban jiwa dan penangkapan massal mulai bermunculan. LSM Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia menyebut setidaknya 51 demonstran, termasuk sembilan anak-anak, telah tewas oleh pasukan keamanan. Ratusan lainnya terluka. Situasinya memang rumit, dan taruhannya kini makin tinggi.
Artikel Terkait
Iran Ancam Balas AS dan Israel di Tengah Kerusuhan yang Tak Kunjung Padam
Prabowo Pimpin Rapat Malam, Pacu Industri Tekstil hingga Semikonduktor
VinFast Serobot Peringkat Lima, Dominasi Jepang di Pasar Mobil RI Mulai Tergoyahkan?
Kampung Haji Indonesia di Makkah Tertunda, Baru Bisa Digunakan 2027