Harga Perak Antam Tembus Rp55.100 per Gram, Lanjutkan Tren Kenaikan

- Jumat, 27 Februari 2026 | 10:45 WIB
Harga Perak Antam Tembus Rp55.100 per Gram, Lanjutkan Tren Kenaikan

Harga perak Antam kembali meroket. Kali ini, pada Jumat (27/2/2026), logam mulia itu tercatat melesat ke level Rp55.100 per gram. Kenaikan Rp150 ini melanjutkan tren positif dari hari sebelumnya, Kamis, di mana harganya sudah naik cukup signifikan, yakni Rp800.

Kalau dilihat dari data di laman Logammulia.com, kenaikan harganya memang bertahap. Tapi dalam dua hari terakhir, grafiknya jelas mengarah ke atas.

Rincian Harga Perak Batangan

Nah, untuk kamu yang penasaran dengan detail harganya, berikut rincian resmi perak batangan Antam per hari ini:

  • Untuk ukuran 1 gram, harganya Rp55.100 per gram.
  • Beli yang 250 gram? Harganya Rp14.175.000. Tapi ingat, setelah ditambah PPN 11%, totalnya jadi Rp15.734.250.
  • Kalau mau yang lebih besar, 500 gram dihargai Rp27.550.000. Dengan PPN, kamu perlu menyiapkan dana sekitar Rp30.580.500.
Ilustrasi perak batangan. Foto: melbournemint.com.au

Bagaimana dengan Varian Heritage?

Lalu, untuk varian perak batangan heritage, harganya juga bergerak. Berdasarkan pantauan hari ini:

  • Ukuran 31,1 gram (setara 1 troy ons) dijual Rp2.261.433. Setelah kena pajak, jadi Rp2.510.191.
  • Sementara yang 186,6 gram harganya Rp12.446.956, atau Rp13.816.121 setelah termasuk PPN.

Kenaikan ini ternyata selaras dengan pergerakan harga perak di pasar berjangka internasional. Menurut data Investing.com, kontrak perak untuk Maret 2026 (SIH6) pada pagi hari ini, tepatnya pukul 09.45 WIB, juga menguat ke level USD89,825 per troy ons. Kenaikannya cukup curam, 3,25 persen atau setara 2,827 poin.

Di sisi lain, kondisi pasar saham domestik justru terlihat berbeda. IHSG dibuka melemah pagi ini. Data RTI mencatat, pada pukul 09.48 WIB, indeks terkoreksi 30,22 poin (0,37%) ke posisi 8.205,04. Sepertinya, sentimen investor sedang terbagi antara logam mulia dan saham.

(Surya Mahmuda)

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar